Media Kampung – Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth melontarkan kritik tajam kepada sekutu Eropa dalam pertemuan menteri pertahanan NATO di Brussel. Ia menilai sejumlah negara anggota NATO lebih fokus pada isu iklim dan gender daripada meningkatkan belanja militer seperti yang diwajibkan aliansi. Hegseth menegaskan bahwa kontribusi finansial Washington ke NATO ke depan akan bergantung pada keseriusan negara-negara anggota dalam memenuhi target pertahanan, termasuk alokasi hingga lima persen PDB pada 2035.
Hegseth juga mengumumkan bahwa Pentagon akan meninjau kembali penempatan pasukan AS di Eropa dalam enam bulan ke depan. Langkah ini berpotensi mengubah keseimbangan pertahanan NATO di tengah meningkatnya ketegangan global. Ia memperingatkan bahwa jika sekutu gagal berinvestasi dengan urgensi yang diperlukan, kontribusi AS akan berkurang.
Ketegangan semakin meningkat ketika Hegseth menuding Spanyol, Italia, dan Prancis tidak memberikan dukungan yang cukup kepada AS dalam konflik dengan Iran, khususnya tidak menyediakan akses pangkalan maupun wilayah udara untuk operasi militer. Sebaliknya, Jerman disebut memberikan akses penuh melalui Pangkalan Udara Ramstein, meskipun hubungan kedua negara sempat memanas setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengkritik strategi perang Washington terhadap Iran. Tak lama setelah kritik tersebut, Trump mengumumkan rencana penarikan sekitar 5.000 personel militer AS dari Jerman.
Dalam kesempatan yang sama, Hegseth juga mengancam akan menyerang Iran lagi jika Teheran tidak memenuhi komitmen sesuai kesepakatan damai yang baru ditandatangani. Ia menegaskan bahwa AS memiliki kemampuan penuh untuk kembali memberlakukan blokade total jika kesepakatan dilanggar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan