Media Kampung – Start-up kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, berhasil mengumpulkan dana lebih dari 7,4 miliar dolar AS dalam putaran pendanaan yang luar biasa, sehingga mencapai valuasi lebih dari 50 miliar dolar AS. Demikian laporan The Information yang dikutip oleh Media Kampung.
Pendanaan ini tidak hanya menonjol karena besarnya nilai, tetapi juga karena struktur transaksinya yang unik. Investor diwajibkan menempatkan modal ke dalam persekutuan komanditer yang dikendalikan oleh CEO Liang Wenfeng, bukan langsung ke perusahaan. Dana tersebut juga terkunci selama lima tahun dan investor tidak mendapatkan hak suara. Pengecualian diberikan untuk dana yang didukung pemerintah, yang tetap memiliki pengaruh dalam keputusan perusahaan.
Sejumlah perusahaan besar China tercatat sebagai investor utama. Tencent dilaporkan menginvestasikan sekitar 1,5 miliar dolar AS, sementara CATL turut memberikan kontribusi signifikan. Alibaba dan dana investasi AI pemerintah juga berpartisipasi dalam putaran ini. Pendiri Liang Wenfeng sendiri menyuntikkan modal dalam jumlah besar.
DeepSeek didirikan pada tahun 2023 dan dengan cepat menjadi salah satu start-up AI paling bernilai di China. Perusahaan ini dikenal melalui model R1-nya yang menawarkan performa tinggi dengan biaya relatif rendah. Dengan model-model lainnya, DeepSeek terus memperkuat posisinya dalam persaingan mengembangkan sistem AI yang mumpuni.
Putaran pendanaan ini terjadi di tengah gelombang investasi besar-besaran di industri AI China. Proyek pusat data dan infrastruktur senilai miliaran dolar direncanakan untuk memperkuat kepemimpinan teknologi negara tersebut. Pasar AI diperkirakan tumbuh dinamis dan bisa mencapai volume lebih dari 200 miliar dolar AS dalam beberapa tahun ke depan. DeepSeek memposisikan diri sebagai salah satu pemain kunci di lingkungan ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan