Media Kampung – Final Thomas Cup 2026 akan digelar pada Minggu, 3 Mei 2026 pukul 23.00 WIB di Horsens Forum, Horsens, Denmark, mempertemukan tim Prancis yang menjadi kuda hitam dengan tim China sebagai juara bertahan.
Prancis melaju ke final setelah menumpas India dengan skor bersih 3-0 pada semifinal, menambahkan kemenangan atas Jepang dan Indonesia dalam babak grup. Prestasi tersebut menandai pencapaian terbaik negara tersebut dalam sejarah Thomas Cup, mengukir catatan melampaui tim‑tim tradisional Asia.
Strategi Prancis berpusat pada trio tunggal putra: Christo Popov, Alex Lainer, dan Toma Junior Popov, yang masing‑masing menangkan semua pertandingan awal. Kedua Popov juga berpartisipasi di nomor ganda putra, menambah fleksibilitas skuad dalam menghadapi format tiga tunggal dulu, dua ganda kemudian.
Di sisi China, skuad unggulan menundukkan tuan rumah Denmark dengan skor 3-0, menegaskan dominasi mereka. Shi Yuqi, Li Shifeng, dan Weng Hong Yang dijadwalkan mengisi tiga laga tunggal pertama, sementara pasangan ganda Liang Weikeng/Wang Chang menanti kesempatan di babak berikutnya.
Rekor pertemuan antara Shi Yuqi dan Christo Popov menunjukkan keunggulan Shi dengan 4-2 kemenangan. “Shi mengantongi keunggulan, 4-2 dalam rekor pertemuan dengan Christo,” dilaporkan BolaSport. Pada pertemuan terakhir di BWF World Tour Finals 2025, Christo menang 21-19, 21-9 karena Shi mengeluhkan rasa sakit pada ujung jarinya.
Jika Prancis berhasil merebut trofi, mereka akan menjadi negara Eropa kedua setelah Denmark (2016) yang menjuarai Thomas Cup. Bagi China, gelar ini menjadi peluang memperkecil jarak dengan Indonesia, yang memegang rekor 13 piala, dengan target mencapai 12 piala setelah kemenangan.
Jadwal final ditetapkan pukul 23.00 WIB, disiarkan secara langsung oleh jaringan televisi nasional dan platform digital resmi Badminton World Federation. Antusiasme penonton di seluruh dunia diprediksi akan memuncak, mengingat narasi “kuda hitam” melawan raja bertahan.
Dengan kedua tim menyiapkan skuad penuh dan taktik matang, laga final Thomas Cup 2026 menjanjikan pertarungan intens yang dapat menulis ulang sejarah bulu tangkis internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan