Media Kampung – Film horor berjudul Badut Gendong menyajikan kisah gelap yang sarat dengan tema cinta dan kehilangan, berlatar belakang perjalanan seorang pengamen jalanan yang terjebak dalam teror supranatural. Film ini mengisahkan Darso, seorang pengamen yang mengenakan kostum badut guna mencari nafkah dan membahagiakan keluarganya.

Kehidupan Darso berubah tragis ketika ia menjadi korban kekerasan para preman jalanan dan kehilangan istrinya yang sedang mengandung anak pertama mereka. Momen duka itu membuat kondisi mental Darso memburuk, dan ia pun membawa jasad istrinya menggunakan boneka badut yang biasa dipakai saat mengamen. Perjalanan pulang menuju kampung halaman menjadi titik awal munculnya teror yang membayangi hidupnya.

Sesampainya di desa, Darso mendapati suasana yang penuh konflik akibat ulah seorang developer serakah yang menindas warga dan merusak lingkungan sekitar. Ketegangan meningkat saat terjadi amuk massa dalam perayaan desa. Di tengah situasi mencekam itu, seorang dukun tua melaksanakan ritual kutukan yang memanggil entitas penuh dendam, yang kemudian mengancam keselamatan penduduk desa tanpa pandang bulu.

Darso yang terperangkap dalam kuasa gelap mulai kehilangan kendali atas dirinya, terdorong oleh luka batin mendalam atas kehilangan orang yang sangat dicintainya. Film ini menggabungkan horor psikologis dengan konflik sosial yang kompleks, menghadirkan atmosfer desa yang mencekam dan penuh misteri.

Deretan aktor yang bermain dalam film ini termasuk Marthino Lio, Derby Romero, Clara Bernadeth, Dayinta Melira, dan Iskak Khivano. Badut Gendong dijadwalkan tayang serentak di bioskop mulai 27 Mei 2026, membawa penonton menyelami cerita horor yang sarat makna tentang duka, kutukan, dan kekuatan cinta yang tak lekang oleh waktu.

Film ini menawarkan perspektif baru dalam genre horor Indonesia dengan paduan elemen psikologis dan sosial yang jarang diangkat. Cerita Badut Gendong tidak hanya menakutkan secara visual, tetapi juga menyentuh sisi kemanusiaan yang kuat, menjadikan film ini layak ditunggu penggemar horor yang menginginkan sesuatu lebih dari sekadar jump scare.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.