Media Kampung – Film Star Wars: The Mandalorian and Grogu berhasil meraih pendapatan sekitar 165 juta dolar Amerika Serikat di box office global selama libur Memorial Day yang berlangsung selama empat hari. Dari jumlah tersebut, sekitar 102 juta dolar berasal dari pasar domestik Amerika Serikat, sementara sisanya sekitar 63 juta dolar berasal dari penjualan tiket internasional.
Ini menjadi film Star Wars pertama yang dirilis di bioskop sejak Rise of Skywalker pada 2019, setelah hampir tujuh tahun lebih berfokus pada serial Disney+ termasuk The Mandalorian. Karena itu, angka pembukaan ini menjadi tolok ukur penting untuk melihat relevansi franchise Star Wars di tahun 2026.
Jika dibandingkan dengan film Solo: A Star Wars Story yang dirilis pada 2018 dan mengalami kerugian selama masa tayangnya, The Mandalorian and Grogu memiliki pendapatan pembukaan domestik yang lebih rendah. Solo mencatat pendapatan domestik sebesar 103 juta dolar selama empat hari libur Memorial Day, sedangkan The Mandalorian and Grogu mencatat angka yang sedikit lebih rendah, menjadikannya pembukaan terburuk untuk film Star Wars sejak Disney mengambil alih franchise ini pada 2012, meskipun selisihnya tidak terlalu jauh.
Meskipun begitu, ada hal yang positif dari film ini. Menurut Variety, biaya produksi The Mandalorian and Grogu hanya sekitar 165 juta dolar, jauh lebih rendah dibandingkan film-film Star Wars sebelumnya, meskipun biaya pemasaran belum diperhitungkan. Film ini juga mendapatkan respons yang cukup baik dari penonton dengan skor 89% di Rotten Tomatoes berdasarkan ulasan pengguna.
Jeff Bock, analis senior box office di Exhibitor Relations Co, menyampaikan bahwa Disney berharap film ini dapat membantu menstabilkan dunia Star Wars. Ia mengatakan, “Saya pikir film ini membantu mencapai tujuan tersebut.” Namun, tantangan sebenarnya adalah bagaimana performa film ini di minggu kedua, ketiga, dan keempat penayangannya di bioskop.
Untuk catatan, Solo: A Star Wars Story mengumpulkan total pendapatan global sebesar 392,9 juta dolar dan dianggap sebagai kegagalan untuk standar film Star Wars. Pertanyaan yang masih terbuka adalah apakah The Mandalorian and Grogu mampu melampaui angka tersebut atau tidak.
Selain itu, Lucasfilm dikabarkan lebih menaruh harapan pada film Star Wars berikutnya, Starfighter, yang dijadwalkan rilis tahun depan dan dibintangi oleh Ryan Gosling. Film ini disutradarai oleh Shawn Levy, yang dikenal lewat film Deadpool dan Wolverine, dan berlatar waktu setelah peristiwa The Rise of Skywalker.
Eric Handler, analis media senior di Roth Capital Partners, menuturkan bahwa Lucasfilm menghadapi kesulitan menarik minat generasi muda pada franchise Star Wars seperti yang terjadi pada generasi sebelumnya, meskipun karakter Grogu atau Baby Yoda menjadi produk merchandise yang sangat populer. Handler menambahkan, “Merek ini jelas menarik, tetapi pendapatan setiap film semakin menurun. Star Wars tidak lagi begitu menggema di kalangan penonton muda seperti pada generasi yang lebih tua.”
IGN memberikan penilaian 5 dari 10 untuk The Mandalorian and Grogu, menyatakan bahwa film ini kurang menghadirkan sensasi, kejutan, serta perkembangan karakter yang berarti bagi penggemar Star Wars. Dengan demikian, film ini menjadi titik penting untuk melihat arah franchise Star Wars di masa depan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan