Media Kampung – Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner pada 12 Juni 2026 di Tirtha Bali, Uluwatu, Bali, menyita perhatian publik. Namun, yang menarik perhatian warganet justru sikap tenang Kamari Sky Wassink, putri Jennifer dari pernikahannya dengan Dali Wassink, yang sama sekali tidak menunjukkan tanda-tanda tantrum selama acara berlangsung. Banyak yang penasaran, apa rahasia Kamari tak tantrum di momen spesial tersebut?

Ahli gizi Syifa Nur Aziza, melalui akun Threads pribadinya, mengungkapkan bahwa pola makan yang diterapkan Jennifer sejak Kamari masih bayi menjadi faktor kunci. Dua kebiasaan utama dinilai berkontribusi besar terhadap perkembangan emosional sang anak.

Pembatasan Gula Tambahan Sejak Dini

Jennifer Coppen diketahui membatasi konsumsi gula tambahan untuk Kamari sebelum usianya menginjak dua tahun. Menurut Syifa, kebiasaan ini sangat relevan karena konsumsi gula berlebih pada anak dapat memicu sugar rush, yaitu lonjakan energi cepat yang diikuti penurunan drastis. Fluktuasi ini dapat memengaruhi suasana hati dan perilaku anak, membuatnya lebih mudah reaktif dan rentan tantrum. Dengan membatasi gula tambahan, Kamari terhindar dari siklus energi yang tidak stabil tersebut.

Prioritas pada Makanan Utuh (Real Food)

Selain gula, Kamari juga lebih banyak mengonsumsi real food atau makanan utuh, bukan makanan instan atau olahan tinggi natrium. Syifa menjelaskan bahwa pola makan berbasis makanan utuh mendukung kesehatan mikrobioma usus. Usus yang sehat berperan penting dalam produksi neurotransmiter yang terkait dengan ketenangan, fokus, dan kemampuan anak merespons stimulasi di sekitarnya. Dengan kata lain, apa yang masuk ke dalam tubuh Kamari secara langsung memengaruhi stabilitas emosinya.

Kombinasi kedua kebiasaan ini—pembatasan gula tambahan dan konsumsi real food—tidak hanya menjaga kesehatan fisik Kamari, tetapi juga membantunya mengelola emosi dengan lebih baik. Hal ini terlihat jelas saat pernikahan sang ibu, di mana Kamari mampu bersikap tenang dan anteng di tengah keramaian acara.

Fenomena ini menjadi pengingat bagi orang tua bahwa pola makan anak sejak dini memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya pada pertumbuhan fisik tetapi juga pada perkembangan emosional dan perilaku.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.