Media Kampung – Banyak orang tanpa sadar mengalami kecanduan media sosial, menghabiskan lebih banyak waktu untuk menggulir TikTok dan feed yang dikurasi daripada berinteraksi langsung dengan teman atau keluarga. Musim panas dengan cuaca hangat dan hari yang lebih panjang menjadi momen tepat untuk mengatasi kebiasaan ini. Berikut panduan untuk benar-benar offline dan kembali menikmati alam serta komunitas Anda musim panas ini.
Langkah Kecil untuk Mulai Offline
Menurut Lisa George, FNP-BC, PMHNP-BC, pendiri dan CEO Talk Tribeca, banyak orang cenderung mempersulit proses offline. Ia menekankan bahwa tidak perlu drastis seperti membuang ponsel ke laut atau menghapus semua aplikasi dalam semalam. Cukup mulai dengan menciptakan waktu-waktu kecil tanpa layar.
George menyarankan untuk berjalan-jalan tanpa ponsel, minum kopi tanpa scrolling, meninggalkan ponsel di ruangan lain saat makan malam, atau menghabiskan satu jam melakukan aktivitas tanpa layar. Meskipun sederhana, perubahan kecil ini mungkin terasa tidak nyaman pada awalnya.
Menghadapi Gejala Putus Kecanduan
Banyak orang terkejut betapa tidak nyamannya saat pertama kali mengurangi penggunaan media sosial. Menurut George, ini justru tanda bahwa mereka membutuhkannya. Bahkan, pengguna mungkin mengalami semacam gejala putus zat saat berhenti dari media sosial.
Social Media Victims Law Center melaporkan bahwa antara 5 hingga 10 persen orang Amerika berisiko mengalami kecanduan media sosial. Penggunaan platform seperti Snapchat, TikTok, dan Facebook memengaruhi otak dengan cara yang mirip dengan efek obat-obatan rekreasional tertentu. Oleh karena itu, George menyarankan untuk mengantisipasi gejala putus zat ini agar lebih siap menghadapinya.
“Jika Anda terbiasa memeriksa ponsel setiap beberapa menit, berhenti akan terasa aneh. Anda pada dasarnya memutus siklus kebiasaan,” kata George. “Dorongan untuk memeriksa akan tetap ada. Tujuannya bukan membuat dorongan itu hilang, tapi untuk tidak meresponsnya secara otomatis.”
Sumber Dopamin Alternatif yang Lebih Sehat
Salah satu cara terbaik untuk mengatasi kecanduan media sosial adalah dengan menemukan sumber dopamin yang lebih alami dan sehat. George menjelaskan bahwa media sosial memberikan dopamin cepat dan kotor tanpa usaha, sementara kehidupan nyata membutuhkan lebih banyak usaha.
“Hal-hal seperti olahraga, belajar hal baru, menghabiskan waktu bersama teman, berada di luar ruangan, atau menciptakan sesuatu menghasilkan jenis imbalan yang berbeda,” ujarnya. “Biasanya kurang intens, tapi lebih memuaskan dan bertahan lebih lama daripada sekadar menggulir layar.”
Mulailah dengan aktivitas yang membutuhkan partisipasi aktif, bukan sekadar konsumsi pasif. Dengan demikian, Anda bisa mendapatkan kepuasan yang lebih mendalam dan berkelanjutan, sekaligus membangun koneksi nyata dengan lingkungan sekitar.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan