Media Kampung – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengajak masyarakat untuk menjadikan kegiatan membaca sebagai bagian dari gaya hidup sehari-hari dalam rangka memperingati Hari Buku Nasional dan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada 17 Mei 2026.

Khofifah menekankan bahwa budaya literasi merupakan pondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membangun peradaban bangsa yang unggul dan berdaya saing. Ia menyebutkan pentingnya menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini agar muncul generasi yang cerdas, kritis, dan berkarakter.

Hari Buku Nasional yang jatuh setiap tanggal 17 Mei berhubungan langsung dengan berdirinya Perpustakaan Nasional RI pada tahun 1980. Momen ini menjadi pengingat akan peran penting buku dan perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat.

Dalam era digital saat ini, Khofifah juga menyarankan agar masyarakat tidak hanya terpaku pada buku fisik saja, namun juga memanfaatkan e-book dan audiobook sebagai bagian dari perkembangan literasi modern. Ia menegaskan bahwa literasi kini bukan hanya soal membaca, melainkan juga kemampuan memahami, menganalisis, serta menyaring informasi dengan bijak agar terhindar dari hoaks dan disinformasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berupaya meningkatkan indeks literasi masyarakat lewat berbagai program dan inovasi layanan perpustakaan. Berdasarkan data Perpustakaan Nasional, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Jawa Timur pada tahun 2025 mencapai angka 56,29 dengan dimensi kepatuhan sebesar 0,5670 dan dimensi kinerja sebesar 0,5610.

Prestasi tersebut didukung oleh pemerataan layanan perpustakaan, peningkatan koleksi buku, ketersediaan tenaga pustakawan, tingginya kunjungan masyarakat, serta keterlibatan komunitas dalam berbagai aktivitas literasi. Pemprov Jatim pun terus mengembangkan layanan perpustakaan terpadu hingga ke desa, sekolah, lembaga pemasyarakatan, dan perangkat daerah, termasuk melalui layanan peminjaman buku.

Berbagai inovasi juga dikembangkan untuk mendekatkan budaya membaca kepada masyarakat, seperti Mobil Perpustakaan Keliling, dongeng keliling, tur keliling perpustakaan, dan pengembangan podcast literasi. Khofifah berharap pendekatan kreatif ini dapat membuat literasi menjadi menyenangkan khususnya bagi anak-anak agar mereka mencintai buku sejak kecil dan tidak hanya bergantung pada gadget.

Selain itu, pembinaan literasi berbasis komunitas melalui desa dan kelurahan juga turut diperkuat dengan penyelenggaraan lomba dan kegiatan kreatif guna meningkatkan minat baca masyarakat secara luas.

Dalam peringatan Hari Buku Nasional 2026 ini, Khofifah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyisihkan waktu setiap hari guna membaca sebagai cara memperluas wawasan dan pengetahuan. Ia menyampaikan, “Mari kita sisihkan waktu setiap hari untuk membaca. Karena dengan membaca, kita bisa menjelajahi dunia tanpa harus ke mana-mana.”

Khofifah berharap, dengan semakin kuatnya budaya literasi, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mampu bersaing di kancah global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.