Media Kampung – Pre-order Grand Theft Auto 6 akhirnya resmi dibuka pada akhir Juni 2026, memicu antusiasme sekaligus kontroversi di kalangan gamer. Harga yang lebih tinggi dari biasanya dan ketiadaan rencana rilis fisik menjadi sorotan utama.

Rockstar Games membuka pre-order untuk dua edisi: Standard Edition seharga $79,99 dan Ultimate Edition seharga $99,99. Ultimate Edition menjanjikan konten eksklusif seperti misi bonus, kendaraan, dan item kosmetik. Namun, banyak gamer menganggap harga tersebut terlalu mahal dan memicu perdebatan di media sosial.

Menurut laporan terbaru, Rockstar tidak memiliki rencana untuk merilis versi fisik GTA 6, baik saat peluncuran maupun setelahnya. Sebuah sumber yang mengetahui rencana rilis menegaskan bahwa interpretasi internet yang optimis tentang kemungkinan rilis fisik di Desember adalah salah. Keputusan ini memicu kekhawatiran tentang masa depan game fisik dan praktik anti-second hand.

Selain itu, PlayStation mencatat beberapa negara dikecualikan dari penawaran pre-order GTA+, termasuk Bahrain, China, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Rusia, dan Taiwan. Di beberapa negara tersebut, game bahkan tidak tersedia untuk dibeli di PlayStation Store. Hal ini diduga terkait dengan sensor konten eksplisit yang sudah menjadi masalah bagi seri GTA sebelumnya.

Rumor yang beredar menyebutkan GTA 6 telah mencapai 39 juta pre-order dan pendapatan $3 miliar, namun klaim tersebut tidak didukung bukti resmi. Rockstar belum merilis angka pre-order resmi. Sebagai perbandingan, GTA 5 hanya memiliki sekitar 7 juta pre-order sebelum diluncurkan pada 2013.

GTA 6 dijadwalkan rilis pada 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Permintaan yang sangat tinggi diperkirakan akan menyebabkan kelangkaan konsol saat peluncuran.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.