Media Kampung – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas mengutuk aksi tentara IDF yang memukul patung Yesus di sebuah desa Kristen di Lebanon, serta menjanjikan sanksi disiplin bagi pelaku. Pernyataan tersebut disampaikan pada konferensi pers di kantor perdana menteri pada 10 Agustus 2025.
Insiden tersebut terekam dalam foto yang menunjukkan seorang prajurit Israel menggunakan palu godam untuk memukul patung Yesus Kristus, yang kemudian terjatuh ke tanah. Patung itu berada di desa Debl, wilayah selatan Lebanon dekat perbatasan dengan Israel.
Netanyahu menulis di akun X-nya, ‘Saya terkejut dan sedih mengetahui bahwa seorang tentara IDF merusak ikon keagamaan Katolik di Lebanon selatan.’ Ia menambahkan, ‘Saya mengutuk tindakan tersebut dengan sekeras-kerasnya.’
Pemerintah Israel menyatakan bahwa militer telah membuka penyelidikan kriminal atas kejadian tersebut dan akan mengambil tindakan disiplin yang tegas. Penyidikan tersebut melibatkan unit militer yang beroperasi di zona konflik serta komando hukum militer.
Angkatan Pertahanan Israel (IDF) mengonfirmasi keabsahan foto dan menyatakan bahwa tindakan prajurit tersebut tidak mencerminkan kebijakan resmi. Mereka menegaskan bahwa insiden ini akan menjadi bahan evaluasi internal.
Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat antara Israel dan Lebanon, di mana serangan udara Israel telah meluas ke wilayah selatan Lebanon sejak akhir 2023. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 2.300 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi sebelum gencatan senjata diterapkan pekan lalu.
Gencatan senjata yang berlaku di Jalur Gaza sejak November 2023 masih berlangsung, namun pertempuran di perbatasan Lebanon terus berlanjut. Israel mengklaim operasi militer di wilayah tersebut bertujuan menahan provokasi dari Hizbullah yang terlibat dalam perang regional.
Kerusakan pada patung Yesus menimbulkan keprihatinan di kalangan komunitas Katolik Lebanon, yang menganggap simbol tersebut sebagai bagian penting warisan budaya dan keagamaan mereka. Pemimpin gereja setempat menuntut pertanggungjawaban dan permintaan maaf resmi.
Beberapa negara dan organisasi internasional mengutuk tindakan tersebut, menekankan pentingnya menghormati situs keagamaan dalam konflik bersenjata. PBB menyerukan penyelidikan independen untuk memastikan akuntabilitas.
Netanyahu menegaskan kembali komitmen Israel terhadap kebebasan beragama, menyatakan bahwa setiap pelanggaran terhadap tempat ibadah akan ditindak tegas. Ia menambahkan bahwa militer akan memperkuat pelatihan etika bagi anggotanya.
Hingga kini, belum ada laporan resmi tentang tindakan disiplin yang telah dijatuhkan, namun pihak militer menjanjikan keputusan dalam waktu dekat. Proses hukum militer diperkirakan akan melibatkan sidang panel khusus.
Situasi di perbatasan Lebanon tetap rapuh, dengan patroli militer kedua belah pihak terus beroperasi. Masyarakat setempat berharap gencatan senjata dapat berlanjut dan mengurangi risiko insiden serupa.
Pengawasan internasional terhadap konflik ini meningkat, sementara Israel berupaya menyeimbangkan operasi keamanan dengan penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan. Perkembangan selanjutnya akan dipantau oleh media dan lembaga hak asasi manusia.
Sejauh ini, tidak ada laporan baru mengenai pemulihan patung atau kompensasi kepada komunitas setempat, namun pemerintah Israel berjanji akan menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan