Media Kampung – 18 April 2026 | Kontroversi Vinicius Junior memanas setelah insiden panas melawan Bayern Munich yang berujung petaka, membuat Real Madrid tersingkir dramatis di Allianz Arena pada babak kedua Liga Champions 2025/2026.
Pertandingan berlangsung pada 18 April 2026 di Allianz Arena, Munich, dengan agregat 4-4 pada menit ke-86 sebelum insiden memuncak.
Vinicius Junior membawa bola ke kotak penalti dan meminta umpan, namun Jude Bellingham sudah berada di posisi ideal dan menunggu peluang.
Upamecano menutup ruang Vinicius, membuat peluang terlewat, dan Bellingham mengekspresikan frustrasi secara verbal.
“Apa yang kau inginkan? Tutup mulutmu,” ujar Vinicius dalam bahasa Portugis, diikuti dengan teriakan “Pergi ke neraka” yang terdengar jelas di mikrofon stadion.
Ketegangan meningkat ketika Eduardo Camavinga menerima kartu merah pada menit ke-86, meninggalkan Real Madrid dengan sepuluh pemain di sisa waktu krusial.
Bayern Munich memanfaatkan keunggulan angka dengan mencetak dua gol tambahan, memastikan kemenangan agregat 6-4 dan meloloskan diri ke semifinal.
Setelah peluit akhir, Antonio Rudiger, Vinicius, dan beberapa pemain lain mengepung wasit Slavko Vincic, melontarkan protes keras terhadap keputusan kartu merah.
Arbeloa, pelatih Real Madrid, mengkritik keputusan wasit, menyatakan “Saya rasa dengan kartu merah itu, semuanya sudah berakhir. Sungguh tidak bisa dipercaya bahwa Anda mengusir pemain karena tindakan ini,” menambah rasa marah tim.
Arbeloa menegaskan Real Madrid akan mengajukan banding resmi kepada UEFA, menilai keputusan wasit tidak proporsional dan memengaruhi hasil pertandingan.
Di sisi Bayern, Arjen Robben menilai bahwa Real Madrid kehilangan kontrol mental, sementara Manuel Neuer mengakui adanya kesalahan kecil dalam penanganan bola.
Ke depan, Real Madrid dijadwalkan melawan tim lain di fase grup UEFA, sambil menunggu hasil keputusan disiplin yang dapat memengaruhi susunan pemain pada pertandingan berikutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan