Media Kampung – Kasus Marc Klok memanas setelah Bhayangkara FC melaporkan dugaan tindakan rasisme terhadap Henry Doumbia dalam laga BRI Super League 2025/2026 pada 30 April 2026.

Insiden terjadi di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, ketika Marc Klok meminta bola kembali dari Doumbia setelah gol Bhayangkara, namun Doumbia menafsirkan perintah tersebut sebagai kata yang menyinggung ras.

Marc Klok kemudian mengklarifikasi melalui akun Instagram pribadinya, menyatakan ia mengucapkan “Give me the ball back” dan menegaskan tidak ada unsur rasial dalam ucapannya.

Menurut pernyataan Henry Doumbia, ia sempat mengira kata “black” terdengar, namun kemudian menyadari kesalahpahaman dan meminta maaf kepada Klok.

Bhayangkara FC mengirimkan laporan resmi kepada match commissioner dan Komite Disiplin PSSI, mengacu pada pengakuan Doumbia bahwa ia menerima ucapan yang tidak pantas.

Layvin Kurzawa, bek Persib Bandung yang pernah berkarier di Paris Saint‑Germain, memberikan dukungan kepada kaptennya lewat Instagram Story pada 2 Mei 2026.

“Saya menentang segala bentuk rasisme. Saya sepenuhnya mendukung kapten saya,” ujar Kurzawa dalam unggahannya, menambahkan bahwa ia tahu karakter Marc Klok yang profesional.

Persib Bandung mengeluarkan pernyataan resmi di situs klub, menegaskan dukungan penuh kepada Marc Klok dan menolak tuduhan tanpa bukti yang jelas.

“Kami menegaskan setiap tuduhan serius harus berdasarkan fakta dan bukti yang dapat diverifikasi, serta proses harus objektif, transparan, dan adil,” kata pernyataan Persib.

Pertandingan berakhir dengan kemenangan Persib 4‑2 atas Bhayangkara, namun hasil tersebut kini terbayang oleh polemik di luar lapangan.

Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan adu mulut antara Marc Klok dan Wahyu Subo Seto, kapten Bhayangkara, di lorong pemain setelah pertandingan.

Marc Klok, naturalisasi Indonesia yang sekaligus kapten tim Maung Bandung, telah menjadi figur kunci dalam pergerakan Persib musim ini dengan tiga gol dan empat assist.

Layvin Kurzawa, yang bergabung dengan Persib pada awal musim ini, membawa pengalaman internasional dan menegaskan pentingnya sportivitas dalam sepak bola.

Wahyu Subo Seto, kapten Bhayangkara, menyatakan bahwa ia menerima laporan Doumbia dan langsung melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.

PSSI kini membuka penyelidikan formal, memanggil saksi, dan meninjau rekaman video untuk menentukan apakah terdapat pelanggaran kode etik pemain.

Jika terbukti, Marc Klok dapat dikenai sanksi disiplin mulai peringatan hingga skorsing, sesuai regulasi PSSI tentang tindakan rasisme.

Kasus ini menggarisbawahi pentingnya nilai sportivitas dan toleransi dalam kompetisi profesional, terutama di liga yang semakin mendapatkan sorotan internasional.

The Guardians, lembaga independen yang memantau etika olahraga, menegaskan bahwa segala bentuk rasisme tidak dapat ditoleransi di dalam maupun luar lapangan.

Netizen di media sosial terbagi antara yang mendukung Marc Klok dan yang menuntut penyelidikan menyeluruh, menambah tekanan publik pada otoritas sepak bola.

Persib dijadwalkan menghadapi pertandingan berikutnya melawan Dewa United pada 7 Mei 2026, dengan harapan fokus kembali pada performa tim.

Sampai saat ini, tidak ada keputusan final dari PSSI, dan semua pihak menunggu hasil investigasi untuk menutup kasus yang memanas ini.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.