Media Kampung – CEO Epic Games, Tim Sweeney, dalam wawancara eksklusif dengan PC Gamer di Unreal Fest Chicago, mengungkapkan visinya tentang masa depan industri game. Sweeney membahas rencana ‘Team Open’, interoperabilitas antar game, penggunaan AI dalam pengembangan, serta kemungkinan kerja sama dengan Valve.

Visi ‘Team Open’ dan Interkoneksi

Sweeney menjelaskan bahwa industri game saat ini menghadapi masalah fragmentasi sosial dan ekonomi antar platform. Ia mengusulkan solusi berupa standar terbuka untuk menghubungkan sistem sosial dan ekonomi game, mirip dengan standar email di era 1980-an. ‘Sekarang jelas bahwa tidak ada yang akan memiliki monopoli mutlak atas game,’ ujar Sweeney. Ia menekankan bahwa menghubungkan ekosistem akan menguntungkan semua pihak, terutama pemain.

Baca juga:

AI dalam Pengembangan Game

Mengenai AI, Sweeney menyatakan bahwa AI bukanlah ancaman, melainkan alat untuk meningkatkan produktivitas. ‘Anda tidak akan menciptakan seni yang baik dengan memberikan komputer sebuah prompt dan memuntahkan mesh,’ katanya. Ia mencontohkan penggunaan AI untuk mengurangi pekerjaan repetitif, seperti pemodelan 3D dan pembuatan aset. Sweeney juga mengkritik kebijakan Valve yang mewajibkan pengungkapan penggunaan AI pada game di Steam, menyebutnya sebagai ‘surat merah’ yang merugikan pengembang.

Peluang Kerja Sama dengan Valve

Ditanya tentang kemungkinan Valve bergabung dalam ‘Team Open’, Sweeney optimistis. ‘Kami tidak menginginkan apa pun selain berinteroperasi dengan setiap perusahaan yang bersedia,’ ujarnya. Namun, ia mengakui bahwa Valve memiliki model bisnis yang menguntungkan dan belum menunjukkan minat untuk bergabung. Sweeney juga mengungkapkan frustrasinya terhadap lambatnya Epic Games Store dan sedang mengerjakan pembaruan besar untuk meningkatkan kecepatan dan fitur sosial.

Baca juga:

Tantangan Industri AAA

Sweeney menyoroti masalah biaya produksi game AAA yang semakin tidak terkendali. Ia percaya bahwa interoperabilitas dan AI dapat menjadi solusi untuk mengurangi biaya dan memungkinkan pengembang kecil bersaing. ‘Jika gamer menolak akses ke alat terbaik, semua perusahaan itu akan mati,’ tegasnya.

Kondisi Fortnite dan Epic

Setelah mengalami PHK massal tahun ini, Sweeney mengakui bahwa Fortnite mengalami pasang surut. Namun, dengan dua musim terakhir yang sukses, pemain kembali bertambah. Ia menekankan bahwa kualitas dan eksekusi tim adalah faktor utama yang menentukan kesuksesan.

Baca juga:

Wawancara ini memberikan gambaran mendalam tentang arah yang ingin ditempuh Epic Games: menghubungkan industri game melalui standar terbuka, memanfaatkan AI untuk efisiensi, dan mendorong kolaborasi lintas platform demi masa depan yang lebih cerah bagi semua pemangku kepentingan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.