Media Kampung – Robert M. Atkins, desain dan marketing lead dari game Sin, yang merupakan pesaing terbesar Half-Life pada masanya, mengungkapkan bahwa publisher game tersebut, Activision, sampai tidak melakukan pengujian dengan layak sebelum peluncuran. Hal ini disebabkan oleh ketegangan antara Ritual Entertainment sebagai pengembang dan Activision sebagai penerbit yang merenggang karena masalah internal.

Sin, yang dikembangkan oleh Ritual Entertainment dan dirilis pada 1998, awalnya diprediksi menjadi salah satu game tembak-tembakan paling populer. Namun, hanya sebulan setelah peluncuran Sin, Valve merilis Half-Life yang langsung merebut perhatian pasar berkat pendekatan inovatifnya dalam storytelling dan desain lingkungan. Selain persaingan ketat dari Half-Life, Ritual Entertainment juga menghadapi masalah dengan publisher mereka, Activision.

Atkins menjelaskan dalam podcast Deep Dive oleh Nightdive Studios, bahwa Ritual sebenarnya memiliki ambisi besar untuk menjadikan Sin sebagai franchise multimedia, termasuk komik dan film animasi. Namun, rencana ini terhambat oleh beberapa faktor, salah satunya adalah pembentukan Gathering of Developers, sebuah penerbit baru yang dijalankan oleh konsorsium beberapa studio, termasuk Ritual. Gathering of Developers dikenal sebagai penerbit yang mengadvokasi perlakuan adil untuk pengembang dan secara terbuka mengkritik praktik penerbit game tradisional.

Akibatnya, saat Sin mencapai tahap gold master dan siap dirilis, Activision tidak melakukan pengujian mendalam terhadap game tersebut. Kesalahan fatal terjadi ketika salah satu desainer Ritual secara tidak sengaja mematikan bos pertama dalam game sebelum pengiriman master final. Ketidaktelitian ini berujung pada kritik tajam dari media yang menyoroti bug pada game tersebut. Atkins menyatakan, “Kami dihujat di media karena bug… itu benar-benar merugikan kami dalam ulasan.”

Kemunculan Half-Life yang revolusioner juga memperparah situasi Sin di pasar. Game tersebut dianggap telah mengubah standar cerita dan pengalaman dalam genre first-person shooter, sehingga Sin yang dirilis hanya beberapa minggu sebelumnya gagal meraih kesuksesan yang diharapkan.

Meskipun begitu, warisan Sin belum sepenuhnya hilang. Nightdive Studios telah mengumumkan kembali proyek remaster Sin berjudul Sin: Reloaded setelah vakum selama lima tahun. Namun, tanggal rilis pasti belum diumumkan, meninggalkan harapan bagi penggemar bahwa game ini akan kembali mendapat perhatian di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.