Media Kampung – Bubsy 4D hadir kembali dengan kualitas yang ternyata lebih baik daripada yang banyak orang duga, meskipun nuansa nostalgia era 1990-an yang dipaksakan membuat permainan ini terasa melelahkan. Game platformer 3D ini dikembangkan oleh studio Fabraz, yang dikenal dengan beberapa judul platformer populer sebelumnya. Meski begitu, Bubsy 4D masih menghadirkan sejumlah kekurangan yang sulit diabaikan.
Awalnya, banyak yang meragukan keberadaan Bubsy 4D, mengingat reputasi buruk seri Bubsy sebelumnya, terutama Bubsy 3D yang dikenal sebagai salah satu game terburuk. Namun, Fabraz yang memiliki rekam jejak solid dalam mengembangkan game platformer seperti Demon Tides dan Slime-san, membuktikan bisa menghadirkan pengalaman bermain yang cukup layak meski tidak istimewa. Karakter Bubsy sendiri memiliki gerakan yang kompleks, memungkinkan pemain melakukan berbagai aksi seperti lompat ganda, meluncur, dan manuver khusus yang menggabungkan kecepatan ala Sonic dengan gaya platformer klasik.
Meskipun kontrol Bubsy terasa agak canggung dan terkadang membingungkan, pemain bisa beradaptasi seiring waktu. Pergerakan karakter yang berubah dari bentuk bulat ke bentuk berkaki empat juga menambah dinamika dalam gameplay, memungkinkan pemain melewati berbagai rintangan dengan cara yang berbeda. Namun, desain level yang kurang terstruktur dan terasa acak membuat tantangan dalam game ini kurang memuaskan dan kadang membingungkan.
Bagian yang paling mengganggu dari Bubsy 4D adalah humornya yang mencoba memecahkan dinding keempat dengan cara yang terasa basi dan klise, seolah diambil dari toko aset komedi siap pakai. Contohnya, dialog seperti “Paws menu, get it?” saat pemain menjeda permainan menunjukkan bagaimana game ini mencoba menampilkan kelucuan yang sudah ketinggalan zaman. Nuansa kartun Sabtu pagi yang berlebihan memang mungkin cocok pada era 1990-an, tetapi di tahun 2026 ini justru terasa melelahkan dan kurang relevan.
Fenomena nostalgia berlebihan ini tidak hanya terjadi pada Bubsy 4D, melainkan juga cukup umum di genre platformer 3D masa kini yang masih terjebak pada citra maskot kartun era 90-an. Meski ada beberapa game platformer modern yang mencoba pendekatan lebih segar dan inovatif, seperti Psychonauts 2, Solar Ash, dan Neon White, banyak game lain yang masih mengandalkan formula lama yang dianggap sudah basi.
Dalam konteks ini, Bubsy 4D memang menunjukkan usaha yang patut diapresiasi dari segi mekanika dan gameplay, namun sayangnya dibayangi oleh pendekatan nostalgia yang terlalu dipaksakan. Keberadaan game ini mengingatkan kembali bahwa tidak semua warisan lama perlu dihidupkan kembali dengan cara yang sama, terutama jika hanya mengulang elemen-elemen yang sudah tidak menarik lagi bagi pemain masa kini.
Dengan demikian, meskipun Bubsy 4D mampu menawarkan pengalaman bermain yang lebih baik dari ekspektasi awal, kombinasi antara kontrol yang masih sulit dikuasai dan humor serta atmosfer yang terasa ketinggalan zaman membuat game ini sulit untuk benar-benar dinikmati secara luas. Sebagai penggemar platformer 3D, pilihan untuk melewatkan game ini mungkin lebih bijak jika menginginkan sesuatu yang segar dan tidak terkekang oleh nostalgia era 90-an yang berlebihan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan