Media Kampung, Bengkulu – Ratusan kicau mania dari berbagai daerah di Sumatera memadati Balai Buntar Arena Bengkulu pada Minggu, 19 Juli 2026, untuk mengikuti lomba burung berkicau dalam rangka HUT Koperasi ke-79. Ajang ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan burung, tetapi juga mendorong perputaran ekonomi di Kota Bengkulu.
Wakil Wali Kota Bengkulu, Ronny PL Tobing, yang turut menjadi peserta, menyatakan bahwa kehadiran peserta dari luar daerah memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi. “Semakin banyak tamu yang datang, semakin besar peluang peningkatan pendapatan daerah melalui aktivitas usaha masyarakat,” ujarnya.
Peserta lomba tidak hanya berasal dari Bengkulu, tetapi juga dari Padang, Jambi, Lampung, Palembang, dan daerah lainnya di Sumatera. Ronny menilai bahwa perlombaan ini telah menjadi agenda berskala nasional yang mampu menarik perhatian para penghobi burung berkicau. Pemerintah Kota Bengkulu pun mendukung penuh penyelenggaraan kegiatan semacam ini karena mampu menghidupkan sektor pariwisata dan usaha masyarakat.
22 Kelas Dipertandingkan
Sebanyak 22 kelas dipertandingkan dalam lomba yang dipimpin oleh juri Umi Kasum. Persaingan berlangsung ketat di setiap kelas dengan kualitas burung yang tampil cukup merata. Lomba ini digelar untuk memeriahkan HUT Koperasi ke-79 yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Provinsi Bengkulu dengan dukungan Gubernur Bengkulu.
Ronny yang turut menjadi peserta berhasil meraih juara pertama pada kelas kacer. Sementara itu, burung bernama “Anak Emak” berhasil keluar sebagai juara pada kelas utama setelah menyisihkan para pesaingnya. Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari peserta dan penghobi burung berkicau yang memadati arena lomba.
Dampak Ekonomi dan Pariwisata
Kehadiran peserta dari berbagai provinsi memberikan dampak langsung pada sektor usaha mikro, seperti penjualan makanan, minuman, dan jasa akomodasi di sekitar lokasi lomba. Ronny menegaskan bahwa semakin banyak event digelar, semakin ramai pula kunjungan ke Kota Bengkulu. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah untuk menggenjot sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Dengan suksesnya penyelenggaraan lomba ini, diharapkan kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah. Antusiasme peserta dan masyarakat menunjukkan bahwa lomba burung berkicau bukan sekadar hobi, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi yang potensial.









