Media Kampung – Menteri Keuangan (Menkeu) RI, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan sinyal positif mengenai harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa harga Pertamax berpotensi turun seiring dengan pergerakan harga minyak dunia yang cenderung menurun.
“Saya yakin dengan potensi menurunnya harga minyak dunia, harga Pertamax dan lain-lain pun akan turun, sehingga fondasi pertumbuhan ekonomi kita akan makin kuat,” ujar Purbaya, seperti dikutip dari keterangan resminya.
Menurut Purbaya, perekonomian global mendapat harapan dari peluang perdamaian antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Jika perdamaian itu terwujud, stabilitas nilai tukar rupiah diharapkan membaik, biaya dana menjadi lebih kompetitif, dan investasi semakin menguat. Situasi ini mengindikasikan kepercayaan pasar mulai meningkat.
“Semoga semester II-2026 akan mencatat kinerja ekonomi lebih positif dengan dukungan harga minyak dunia yang lebih stabil,” tutur Purbaya.
Sekadar informasi, harga Pertamax (RON 92) saat ini ditetapkan sebesar Rp 16.250 per liter. Harga tersebut berlaku merata untuk wilayah Jakarta, Banten, dan sekitarnya setelah penyesuaian yang dilakukan sejak 10 Juni 2026. Dengan potensi penurunan harga Pertamax, masyarakat diharapkan dapat menikmati harga BBM yang lebih terjangkau dalam waktu dekat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan