Media Kampung – Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Heri Cahyo Bagus Setiawan, memberikan pandangan komprehensif mengenai dampak kenaikan harga BBM jenis Pertamax. Menurutnya, kebijakan energi selalu berada pada persimpangan antara kebutuhan menjaga stabilitas ekonomi nasional dan kemampuan masyarakat beradaptasi terhadap perubahan biaya hidup.

Kenaikan Pertamax dan Dampaknya pada Kelas Menengah Produktif

Heri menegaskan bahwa dampak terbesar dari kenaikan harga Pertamax tidak dirasakan oleh masyarakat berpenghasilan rendah, melainkan oleh kelompok kelas menengah produktif dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kelompok ini merupakan penggerak utama konsumsi rumah tangga sekaligus penopang sektor riil. Ketika biaya hidup meningkat dan ruang konsumsi menyempit, masyarakat cenderung menunda konsumsi dan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi maupun pengembangan usaha.

Efek Berantai pada Berbagai Sektor Ekonomi

Efek dari kenaikan harga energi tidak berhenti pada satu sektor. Heri menjelaskan bahwa dampaknya dapat menjalar ke sektor properti, ritel, pariwisata, kuliner, perdagangan tradisional, jasa pengiriman, ekonomi kreatif, industri pengolahan pangan, pertanian, perikanan, dan berbagai UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah. Bahkan, industri otomotif yang melibatkan sektor karet dan ban, baja, aluminium, tembaga, kaca, tekstil, elektronik, plastik, industri komponen, logistik, pembiayaan kendaraan, asuransi, bengkel, hingga perdagangan suku cadang juga ikut terpengaruh.

Solusi yang Diharapkan dari Pemerintah

Sebagai solusi, Heri berharap pemerintah dapat mempercepat penguatan transportasi publik, meningkatkan efisiensi logistik nasional, memperluas pemanfaatan energi alternatif, dan mendorong penggunaan teknologi hemat energi bagi UMKM. Ia menekankan bahwa tantangan utama bukan hanya bagaimana mengelola harga energi, tetapi juga bagaimana menjaga kepercayaan dan optimisme masyarakat agar aktivitas ekonomi tetap bergerak secara sehat.

Diskusi mengenai kenaikan Pertamax, menurut Heri, sebaiknya tidak berhenti pada perdebatan setuju atau tidak setuju, melainkan diarahkan pada bagaimana kebijakan tersebut memengaruhi produktivitas ekonomi masyarakat dan keberlanjutan pertumbuhan ekonomi ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.