Media Kampung – Perum Bulog Cabang Tulungagung mencatat realisasi serapan gabah mencapai 57 ribu ton hingga triwulan II tahun 2026. Angka tersebut setara dengan 71,25 persen dari target tahunan sebesar 80 ribu ton. Tingginya serapan ini membuat kapasitas gudang penyimpanan hampir penuh, sekaligus menunjukkan produksi pertanian yang melimpah di wilayah tersebut.
Langkah Antisipasi Keterbatasan Gudang
Untuk mengatasi terbatasnya ruang penyimpanan, Bulog mengambil langkah strategis dengan menyewa 15 gudang tambahan yang tersebar di Tulungagung, Blitar, dan Trenggalek. Hal ini disampaikan langsung oleh Pemimpin Cabang Perum Bulog Tulungagung, Yonas Haryadi Kurniawan, pada Senin (22/6/2026).
“Kami menambah fasilitas penyimpanan untuk memastikan seluruh hasil panen petani dapat tertampung dengan baik, terutama menjelang musim panen berikutnya yang diperkirakan masih tinggi,” ujar Yonas.
Optimisme Melampaui Target
Bulog optimistis target serapan tahun ini dapat tercapai, bahkan berpotensi melampauinya. Musim panen kedua diprediksi akan kembali menghasilkan produksi yang melimpah. Dengan tambahan gudang, kebutuhan ruang penyimpanan yang semakin besar dapat terakomodasi.
Manfaat Stok Beras untuk Program Pemerintah
Persediaan beras yang dikelola Bulog nantinya akan digunakan untuk berbagai program pemerintah, seperti bantuan pangan masyarakat, Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), serta kebutuhan ketahanan pangan lainnya. Melimpahnya stok beras diharapkan mampu menjaga ketersediaan pangan dan menstabilkan harga beras di pasaran.
Bulog juga memastikan akan terus menambah kapasitas penyimpanan jika serapan gabah dari petani terus meningkat hingga akhir musim panen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan