Media Kampung – Program Binus Untuk Negeri (BUN) yang diinisiasi Binus Malang berhasil mentransformasikan limbah plastik menjadi peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Inisiatif ini diwujudkan melalui pengembangan Edu Eco-Furniture Village bersama warga Kelurahan Klampokasri, Kota Malang, dengan mengolah sampah plastik menjadi produk bernilai jual.

Dalam program kolaboratif ini, Binus Malang menggandeng Program Studi Desain Interior untuk merancang produk berbasis daur ulang. Hasilnya, tercipta eco-cycle products dan eco-furniture yang diberi nama KARUPA (Karya Aksi Rupa Ulang Plastik). Produk-produk tersebut tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai estetika dan daya saing di pasar.

Deputy Campus Director Binus Malang, Alvin Chandra, S.Kom., M.M., menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. “Melalui Binus Untuk Negeri, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Binus Malang tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas, tetapi juga menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Mahasiswa Binus Malang dilibatkan secara aktif dalam program ini. Dr. Yoseph Benny Kusuma, S.M., M.SM, selaku Student Development Associate Manager, menjelaskan bahwa keterlibatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran di lapangan. “Di Binus, mahasiswa tidak hanya pintar untuk dirinya sendiri namun ikut meneruskan apa yang dipelajari di ruang-ruang perkuliahan untuk memberikan dampak nyata ke masyarakat,” katanya.

Ira Audia Agustina, S.T., M.Ds., Kepala Prodi Desain Interior Binus Malang, menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini, limbah plastik dipandang sebagai material desain yang potensial. “KARUPA menjadi representasi bagaimana proses kreatif dapat mengubah limbah menjadi karya yang tidak hanya fungsional, tetapi juga memiliki nilai estetika dan ekonomi,” jelasnya.

Dampak program ini dirasakan langsung oleh warga Klampokasri. Tri Priyo Wahyudi, perwakilan warga, mengungkapkan, “Program ini memberikan kami pengetahuan dan keterampilan baru dalam mengolah limbah plastik. Selain membantu menjaga lingkungan, kami juga melihat adanya peluang untuk meningkatkan pendapatan melalui produk yang dihasilkan.”

Untuk memperluas jangkauan, Binus Malang juga bermitra dengan Koffie Heritage Malang (Kopi Tot Tot) yang berlokasi di kawasan Kayutangan Heritage. Kolaborasi ini menyediakan ruang strategis untuk memamerkan produk sekaligus membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya daur ulang dan ekonomi sirkular.

Program Binus Untuk Negeri diharapkan terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas, sejalan dengan visi Binus Malang untuk membangun generasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.