Media Kampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu secara resmi mengerahkan 183 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Pendataan dilakukan secara door to door ke seluruh rumah tangga dan unit usaha di wilayah Kota Batu mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Kepala BPS Kota Batu, Herlina Prasetyowati Sambodo, menyatakan bahwa seluruh petugas telah melalui proses rekrutmen dan seleksi terbuka. Seleksi ini bertujuan mendapatkan sumber daya manusia dengan kompetensi terbaik, terutama dalam mengoperasikan perangkat digital yang digunakan dalam pendataan.
“Pada akhirnya kami sudah mendapatkan 183 personel lapangan yang handal yang sudah mengikuti serangkaian pelatihan pada tanggal 1 sampai dengan 6 Juni 2026,” ujarnya, Selasa (16/6/2026). Pelatihan intensif diberikan untuk memastikan kualitas pendataan di lapangan.
Herlina menjelaskan bahwa sensus tahun ini menggunakan kuesioner elektronik berbasis perangkat Android. Karena itu, petugas yang direkrut harus memenuhi kualifikasi tertentu, termasuk kemampuan mengoperasikan aplikasi pendataan digital. Proses seleksi melibatkan ratusan pendaftar dari berbagai wilayah di Kota Batu.
Seluruh petugas merupakan warga yang berdomisili di Kota Batu. Penempatan petugas diupayakan sesuai wilayah domisili agar komunikasi dan proses wawancara dengan masyarakat dapat berjalan lebih efektif. “Seluruh petugas merupakan penduduk dengan domisili di Kota Batu dan kami usahakan bertugas di domisili setempat supaya lebih mudah melakukan komunikasi dan wawancara,” jelas Herlina.
Dalam pelaksanaannya, petugas akan menyisir seluruh aktivitas ekonomi dan keluarga secara merata di 24 desa dan kelurahan yang ada di Kota Batu. Pendataan mencakup bangunan usaha, kantor, sekolah, fasilitas publik, hingga rumah penduduk. BPS Kota Batu menargetkan tidak ada satu pun wilayah yang terlewat selama proses sensus berlangsung. Pendataan dilakukan untuk memperoleh gambaran kondisi ekonomi dan sosial ekonomi masyarakat secara lebih akurat dan komprehensif.
Selain menyiapkan petugas, BPS juga meminta dukungan berbagai pihak dalam menyukseskan pelaksanaan sensus ekonomi. Pemerintah daerah, perangkat desa, RTRW, hingga masyarakat diharapkan berperan aktif dalam memberikan informasi yang benar dan lengkap. “Kami mohon bantuan terkait sosialisasi kegiatan sensus ekonomi dan memberikan informasi apabila ada wilayah yang belum terjangkau petugas hingga akhir masa pendataan,” ungkap Herlina.
Herlina menegaskan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada kinerja petugas lapangan. Menurutnya, kolaborasi antara BPS, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghasilkan data berkualitas sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan