Media Kampung – Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, mendorong peningkatan anggaran sektor industri untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sektor industri merupakan salah satu penggerak utama perekonomian.
Bambang Haryo menilai target pertumbuhan industri sebesar 7,55 persen yang ditetapkan Kementerian Perindustrian memerlukan dukungan anggaran yang memadai. Namun, alokasi anggaran sektor industri justru mengalami penurunan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
Ia menyebut anggaran Kementerian Perindustrian pada 2023 mencapai Rp4,53 triliun, sementara proyeksi anggaran pada 2027 hanya tercatat sebesar Rp2,01 triliun. "Padahal, target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen yang ditekankan Presiden Prabowo harus didukung oleh peningkatan kapasitas industri nasional, termasuk peningkatan serapan tenaga kerja dalam jumlah yang signifikan," ujar Bambang Haryo, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurutnya, target pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan sebesar 7,55 persen membutuhkan dukungan anggaran yang lebih besar. Ia menegaskan kondisi anggaran yang terbatas akan menyulitkan pemerintah mencapai berbagai target pembangunan industri. "Anggaran tersebut diperlukan untuk mendorong pertumbuhan industri, mempercepat hilirisasi, meningkatkan daya saing nasional, serta menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian. Dengan kondisi anggaran yang sangat minim, target-target tersebut akan sulit diwujudkan," ujarnya.
Bambang Haryo juga membandingkan alokasi anggaran industri Indonesia dengan sejumlah negara di Asia Tenggara. Menurutnya, Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina mengalokasikan anggaran industri yang relatif lebih besar dibandingkan Indonesia. "Hal ini menunjukkan bahwa negara dapat menjadi maju apabila sektor industrinya maju. Sementara itu, tugas Kementerian Perindustrian masih sangat besar, terutama dalam mendorong pemerataan pembangunan industri ke seluruh Nusantara," kata BHS.
Selain pembangunan kawasan industri, BHS menilai peningkatan kualitas sumber daya manusia industri, penguatan program hilirisasi, serta pengembangan industri kecil dan menengah juga perlu mendapat perhatian. "Sudah seharusnya usulan tambahan anggaran Kementerian Perindustrian sebesar Rp1,59 triliun dapat direalisasikan secara utuh," katanya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan