Media KampungManajemen Akar Kelapa Sawit menjadi inovasi agronomi yang digadang-gadang mampu menggenjot produktivitas tandan buah segar (TBS) secara signifikan. Buku berjudul Manajemen Akar pada Kelapa Sawit karya Memet Hakim menawarkan pendekatan baru yang menggeser fokus dari sekadar pemupukan ke pengelolaan akar dan kanopi sebagai kunci peningkatan produksi.

Pendekatan yang disebut Production Force Management ini diklaim mampu meningkatkan produktivitas TBS hingga 30-80 persen. Jika potensi benih unggul terbaik berada di kisaran 40 ton per hektare per tahun, metode ini memungkinkan lonjakan hingga sekitar 52 ton per hektare per tahun. Bahkan, total biomassa kelapa sawit dapat mencapai sekitar 70 ton per hektare per tahun, mendekati tanaman tebu.

Latar belakang penulisan buku ini adalah kesenjangan antara potensi dan realisasi produksi kelapa sawit nasional. Data menunjukkan produktivitas aktual perkebunan besar baru mencapai sekitar 43 persen dari potensi, BUMN sekitar 51 persen, dan perkebunan rakyat masih berkisar 32 persen. Ironisnya, BUMN yang mencatat kinerja terbaik hanya menguasai sekitar 3,5 persen dari total luasan kebun sawit nasional.

Buku ini juga menyoroti persoalan struktural di sektor perkebunan, termasuk banyaknya kebun swasta bermasalah yang telantar hingga gagal memenuhi kewajiban perbankan. Menurut penulis, jika sebagian kebun bermasalah tersebut dapat diselamatkan melalui akuisisi BUMN, maka manfaat ekonomi dapat dirasakan oleh negara, perbankan, dan keberlanjutan industri sawit itu sendiri. Informasi ini dimuat dalam Majalah InfoSAWIT Edisi April 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.