Media Kampung – Pontianak, Media Kampung – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengakui bahwa pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam menghadapi dampak gejolak ekonomi global. Pernyataan ini disampaikan menanggapi kekhawatiran masyarakat atas kenaikan harga kebutuhan pokok akibat menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Menurut Krisantus, pemerintah daerah hanya mampu mengendalikan inflasi agar kenaikan harga tidak terlalu membebani masyarakat. “Sekarang dolar melejit, otomatis akan berdampak pada harga pangan. Pemerintah daerah hanya bisa mengendalikan inflasi, tapi kalau berkaitan dengan ekonomi dunia tentu menjadi tugas dan tanggung jawab pemerintah pusat,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Ia menjelaskan, kondisi ekonomi global merupakan faktor yang berada di luar kewenangan pemerintah daerah. Saat ini, langkah yang bisa dilakukan adalah memastikan distribusi barang tetap lancar, menjaga ketersediaan stok pangan, serta melakukan intervensi pasar jika diperlukan. Krisantus berharap pemerintah pusat dapat mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi dampak kenaikan harga yang berpotensi terjadi di Kalimantan Barat. “Yang bisa kita lakukan di daerah adalah menjaga inflasi tetap terkendali agar daya beli masyarakat tidak terlalu terpengaruh,” pungkasnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.