Media Kampung – Bank Indonesia melaporkan jumlah uang beredar pada April 2026 sebesar Rp10.253,7 triliun, mengalami penurunan pertumbuhan dibandingkan bulan sebelumnya. Pertumbuhan uang beredar secara tahunan turun menjadi 9,2 persen dari 9,7 persen di Maret 2026.
Uang beredar yang dimaksud mencakup uang beredar dalam arti luas (M2), yang terdiri dari M1, uang kuasi, dan surat berharga dalam sistem moneter. M1 meliputi uang kartal yang dipegang masyarakat, giro rupiah, uang elektronik, dan tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.
Sementara itu, uang kuasi terdiri dari simpanan berjangka dan tabungan lainnya dalam rupiah maupun valuta asing, termasuk simpanan giro valas. Pada April 2026, uang beredar sempit (M1) tumbuh 13,6 persen secara tahunan, sedangkan uang kuasi tumbuh 4,7 persen.
Data ini menunjukkan dinamika likuiditas perekonomian yang dipengaruhi oleh faktor fiskal dan perbankan, di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional. Penurunan pertumbuhan uang beredar ini menjadi indikator penting dalam memantau kondisi moneter dan pergerakan ekonomi di Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan