Media Kampung – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan pembukaan lelang 118 blok minyak dan gas bumi (migas) baru sebagai langkah strategis untuk mempercepat peningkatan produksi nasional hingga mencapai satu juta barel per hari pada tahun 2029. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor energi dan memperkuat kemandirian sektor migas dalam negeri.

Pembukaan blok migas ini disampaikan langsung oleh Bahlil dalam acara Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 yang berlangsung di Tangerang, Banten, pada Jumat (22/5/2026). Dia menegaskan bahwa pemerintah membuka kesempatan investasi secara transparan tanpa adanya negosiasi di belakang meja. “Siapa saja boleh ikut, yang penting memiliki teknologi, modal, dan keseriusan,” ujar Bahlil.

Hingga Mei 2026, Kementerian ESDM telah mengidentifikasi 118 wilayah kerja migas potensial yang terdiri dari 43 wilayah dalam tahap studi bersama, 50 wilayah dalam proses penawaran studi dan akuisisi data, serta 25 wilayah yang sudah resmi ditandatangani kontrak, termasuk delapan wilayah hasil lelang tahun 2025. Nilai komitmen pasti dari delapan wilayah kerja baru tersebut mencapai sekitar 57,95 juta dolar AS dengan bonus tanda tangan sebesar 3,15 juta dolar AS.

Kedelapan wilayah kerja baru tersebut diperkirakan memiliki potensi sumber daya mencapai 255 juta barel minyak dan 13,79 triliun kaki kubik gas. Bahlil juga menekankan pentingnya pemberdayaan pelaku usaha daerah dalam pengelolaan migas agar mereka dapat menjadi tuan di wilayahnya sendiri, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan kompetensi teknis. Hal ini bertujuan untuk menghindari dominasi kontraktor dari pusat dan mendorong kolaborasi yang lebih merata di sektor hulu migas.

Selain membuka peluang investasi baru, Bahlil menginstruksikan agar proses perizinan bagi kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) dipermudah demi mengatasi risiko tinggi dalam investasi migas. Namun, ia juga memperingatkan akan menindak tegas pelaku usaha yang tidak patuh terhadap regulasi atau menghambat pelaksanaan proyek di lapangan.

Pemerintah juga mengandalkan langkah lain untuk meningkatkan produksi migas, seperti penyederhanaan regulasi, reaktivasi sumur-sumur yang menganggur, serta penerapan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Kolaborasi sinergis antara Kementerian ESDM, SKK Migas, dan para kontraktor menjadi kunci utama agar target produksi migas nasional dapat tercapai sesuai jadwal.

Langkah ini merupakan respons pemerintah terhadap gejolak pasar energi global dan kebutuhan dalam negeri yang terus meningkat. Dengan strategi yang transparan dan inklusif, diharapkan sektor migas nasional dapat lebih kompetitif dan berkontribusi signifikan pada ketahanan energi Indonesia ke depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.