Media KampungNilai tukar rupiah diperkirakan akan terus menguat pada perdagangan hari ini setelah berhasil menguat sebesar 0,29 persen ke posisi Rp17.653 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu kemarin.

Analis Pasar Uang dari Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, menyampaikan bahwa rupiah diprediksi akan bergerak di sekitar Rp17.660 per dolar AS pada Kamis, 21 Mei 2026.

Penguatan rupiah ini tak lepas dari keputusan Bank Indonesia yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin sehingga BI Rate kini berada di level 5,25 persen pada bulan Mei. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan meredam tekanan dari luar.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menegaskan peluang penguatan rupiah akan semakin nyata pada periode Juli hingga Agustus mendatang seiring menurunnya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Bank Indonesia juga menegaskan komitmennya untuk tetap aktif di pasar dengan melakukan intervensi jika diperlukan, baik di pasar dalam negeri maupun luar negeri, guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang membentuk badan ekspor dan rencana revisi aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) yang akan diberlakukan mulai 1 Juni 2026 diperkirakan dapat meningkatkan pasokan dolar AS di dalam negeri, memberikan dukungan tambahan bagi penguatan rupiah.

Situasi global yang mulai membaik juga menjadi faktor pendukung. Fikri menyebutkan pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait kemungkinan membuka kembali negosiasi antara AS dan Iran turut mendorong sentimen positif terhadap rupiah.

Dengan berbagai faktor tersebut, rupiah berpeluang melanjutkan tren penguatannya dalam waktu dekat. Namun, pasar tetap memantau perkembangan global dan kebijakan moneter yang dapat mempengaruhi pergerakan nilai tukar.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.