Media Kampung – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengajak masyarakat untuk tidak khawatir dengan kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah yang terjadi baru-baru ini. Dia menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid dan mampu menghadapi tekanan global.
Pada perdagangan Senin sore, nilai tukar rupiah tercatat melemah menjadi sekitar Rp17.645 per dolar AS, mengalami penurunan sekitar 1,17 persen dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, Purbaya menilai kondisi tersebut tidak mengganggu kekuatan ekonomi nasional.
Purbaya menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama tahun 2026 mencapai 5,6 persen. Angka ini menunjukkan aktivitas ekonomi domestik masih berjalan dengan baik meski situasi ekonomi dunia sedang tidak stabil. Kontribusi utama pertumbuhan tersebut berasal dari konsumsi masyarakat yang masih tinggi, diikuti oleh investasi dan belanja pemerintah yang terus menunjukkan tren positif.
Dia juga menilai pencapaian pertumbuhan 5,6 persen di masa gejolak ekonomi global merupakan prestasi yang signifikan. Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas ekonomi melalui penguatan kebijakan fiskal dan dukungan sektor riil agar pertumbuhan dapat berlanjut.
Lebih lanjut, Purbaya menegaskan bahwa reformasi ekonomi Indonesia sudah dilakukan sejak sebelum munculnya tekanan dari ekonomi global saat ini, sehingga Indonesia memiliki posisi yang lebih baik untuk mengelola risiko dibandingkan krisis pada tahun 1997-1998. Dia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh sentimen negatif yang beredar di pasar keuangan internasional.
Dengan kondisi fundamental ekonomi yang kuat dan langkah-langkah strategis pemerintah, Purbaya optimistis Indonesia mampu menjaga kestabilan rupiah dan mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global saat ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan