Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih solid meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami pelemahan hingga mencapai Rp17.600 per dolar. Pernyataan ini disampaikan dalam acara peresmian Museum Marsinah di Nganjuk pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Prabowo menyoroti adanya kekhawatiran dari sejumlah pihak yang memprediksi Indonesia akan mengalami kekacauan ekonomi akibat pelemahan rupiah. Namun, Presiden menolak pandangan tersebut dan menegaskan bahwa kondisi pangan dan energi di Indonesia tetap aman meskipun banyak negara lain mengalami kepanikan akibat konflik di Timur Tengah.
“Saya yakin ada yang selalu bilang Indonesia akan collapse, akan chaos karena rupiah melemah. Tapi selama Menteri Keuangan Purbaya tersenyum tenang, itu tanda fundamental ekonomi kita kuat. Orang-orang di desa juga tidak memakai dolar,” ujar Prabowo dengan tegas.
Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 mencapai 5,61 persen secara tahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh konsumsi rumah tangga yang naik 5,52 persen serta pengeluaran pemerintah yang meningkat signifikan hingga 21,81 persen pada periode yang sama.
Presiden menekankan pentingnya kepercayaan terhadap kekuatan ekonomi nasional dan masyarakat. Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga meresmikan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Nganjuk sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi desa.
Dengan kondisi tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia dapat bertahan dan terus tumbuh meskipun menghadapi tekanan eksternal seperti fluktuasi nilai tukar dan situasi geopolitik global yang tidak menentu. Presiden mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap percaya pada daya tahan dan potensi ekonomi dalam negeri.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan