Media Kampung – Presiden Prabowo Subianto menyatakan tekadnya untuk membangun ribuan kapal ikan modern demi memperkuat sektor kelautan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir Indonesia. Komitmen ini diungkapkan saat kunjungan Presiden ke Kampung Nelayan Merah Putih di Leato Selatan, Kota Gorontalo pada Sabtu, 9 Mei 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo mengakui sering mendapatkan berbagai kritik dan ejekan, namun hal itu tidak menghalanginya untuk terus berjuang bagi rakyat. “Saya sering diejek Prabowo ini, Prabowo itu, tetapi saya tidak ragu-ragu. Untuk rakyat kita tidak ragu-ragu, kita akan bangun mulai tahun ini 1.582 kapal ikan,” ujar Presiden yang dikutip dari laman resmi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Program pembangunan kapal modern ini merupakan salah satu langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan produktivitas nelayan dan memperkuat ekonomi perikanan nasional. Pemerintah ingin memastikan nelayan di berbagai daerah memiliki akses terhadap sarana melaut yang lebih modern dan efisien.

Pelaksanaan pembangunan kapal akan melibatkan koperasi nelayan di seluruh Indonesia. Sistem koperasi diharapkan mendukung distribusi bantuan kapal sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat pesisir. Kapal yang dibangun nanti memiliki ukuran yang beragam sesuai kebutuhan wilayah penangkapan ikan, dengan sebagian besar berkapasitas sekitar 30 gross ton (GT) untuk mendukung hasil tangkapan yang lebih optimal.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan bahwa pembangunan kapal dilakukan secara bertahap dari tahun 2026 hingga 2028. Seluruh kapal akan diproduksi di dalam negeri guna memperkuat industri galangan kapal nasional dan membuka lapangan kerja di sektor maritim.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif, menambahkan bahwa pada tahap awal tahun 2026 akan diselesaikan pembangunan 50 kapal modern. Pemerintah tengah menyiapkan rantai pasok material, perlengkapan, dan kesiapan galangan kapal agar proses pembangunan berjalan sesuai standar teknis dan profesional.

Program modernisasi armada perikanan nasional ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Inggris melalui kerja sama maritim yang terjalin saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke London awal tahun ini. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan dukungan atas rencana pembangunan 1.500 kapal ikan Indonesia dalam pertemuan bilateral di Downing Street.

Selain meningkatkan hasil tangkapan, kehadiran kapal modern diharapkan mampu memperluas jangkauan melaut nelayan sekaligus memperkuat ekonomi biru dan kedaulatan laut Indonesia. Pemerintah juga mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) sebagai pusat ekonomi pesisir terpadu yang dilengkapi fasilitas pengolahan hasil laut dan hunian nelayan.

Sampai kini, dari target sekitar 100 kawasan KNMP, pemerintah telah menyelesaikan pembangunan di 65 lokasi. Pengembangan koperasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi kawasan pesisir yang lebih modern dan mandiri.

Melalui program pembangunan kapal ikan dan pengembangan kampung nelayan, pemerintah ingin memastikan nelayan Indonesia tidak hanya menjadi penonton di lautnya sendiri. Nelayan diharapkan menjadi pelaku utama dalam pengelolaan sumber daya kelautan secara modern dan berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.