Media KampungUAE keluar OPEC efektif 1 Mei 2026, keputusan ini diambil untuk menyesuaikan kebijakan energi dengan kepentingan nasional dan diproyeksikan menimbulkan perubahan signifikan pada pasar minyak global.

Uni Emirat Arab memiliki kapasitas produksi sekitar 4,8 juta barel per hari serta ruang teknis untuk meningkatkan output, sehingga keputusan keluar memberi fleksibilitas dalam mengatur penjualan minyak secara mandiri.

Sejak bergabung pada 1967, UAE berkontribusi secara konsisten terhadap kuota OPEC, menjadikannya salah satu produsen terbesar ketiga di antara anggota organisasi.

OPEC sendiri didirikan pada 1960 dengan tujuan mengkoordinasikan kebijakan produksi minyak; hingga kini organisasi mengendalikan kira‑kira 30 % pasokan dunia, sementara aliansi OPEC+ menambah total menjadi sekitar 41 %.

Alasan utama UAE meninggalkan OPEC meliputi penilaian bahwa kuota produksi terlalu rendah, keinginan menjual lebih banyak minyak, serta tekanan geopolitik yang dipicu oleh konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya, Menteri Energi Suhail Mohamed al‑Mazrouei menegaskan bahwa keputusan diambil setelah kajian mendalam terhadap kebijakan produksi dan kepentingan nasional.

Saudi Arab, sebagai pemimpin de‑facto OPEC, tidak dilibatkan dalam proses konsultasi, menandakan adanya jarak kebijakan antara kedua negara anggota utama.

Kehilangan produsen ketiga terbesar diperkirakan memperlemah kemampuan OPEC dalam mengatur pasokan dan menstabilkan harga minyak internasional.

Setelah pengumuman, harga minyak Brent melambung di atas 111 dolar AS per barel, mencerminkan kekhawatiran pasar akan berkurangnya keseimbangan pasokan.

Sementara itu, produksi minyak Amerika Serikat terus meningkat dan penutupan sebagian aliran melalui Selat Hormuz menambah tekanan pada dinamika pasar global.

Ke depan, UAE berencana menambah produksi secara bertahap dan terukur, sementara OPEC harus meninjau kembali kuota serta strategi kerjasama internalnya.

Pertemuan OPEC berikutnya dijadwalkan untuk mengevaluasi dampak penarikan UAE dan mencari mekanisme baru dalam menjaga stabilitas harga minyak dunia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.