Media Kampung – Perhutani KPH Mantingan menggelar koordinasi pengamanan kawasan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Medang bersama aparat dan pemerintah desa pada Rabu (17/6) di Kantor TPK Medang. Langkah ini diambil untuk memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan hasil hutan dan aset Perhutani dari berbagai potensi gangguan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Administratur KPH Mantingan, Arif Yudiarko, mewakili Administratur Rohasan, serta Kepala TPK Medang, Komandan Regu Polisi Hutan Mobil (Polhutmob), dan anggota. Tidak hanya internal Perhutani, koordinasi juga melibatkan Penjabat Kepala Desa Sendangharjo Supandi, Babinsa Koramil Blora Sertu Juwanto, dan Bhabinkamtibmas Blora Kota Aiptu Ain.

Kolaborasi lintas sektor ini menjadi wujud nyata sinergi antara Perhutani, TNI, Polri, dan pemerintah desa dalam mengamankan TPK Medang. Ancaman seperti pencurian kayu dan gangguan lainnya menjadi fokus utama yang ingin diantisipasi bersama.

Arif Yudiarko menegaskan bahwa koordinasi antarinstansi merupakan langkah penting untuk memastikan pengamanan kawasan berjalan optimal. “Kami bersama Kepala TPK Medang, Komandan Regu Polhutmob, Penjabat Kepala Desa Sendangharjo, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas memiliki visi yang sama, yaitu menjaga keamanan TPK Medang, melindungi hasil hutan, serta memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Penjabat Kepala Desa Sendangharjo Supandi, bersama Babinsa dan Bhabinkamtibmas, menyatakan kesiapan mendukung upaya pengamanan Perhutani. Mereka berkomitmen memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan kawasan TPK Medang.

Dalam pertemuan tersebut, seluruh pihak sepakat meningkatkan patroli terpadu, memperkuat komunikasi lintas sektor, dan terus mengedukasi masyarakat sekitar tentang pentingnya menjaga keamanan hasil hutan dan aset negara.

Melalui koordinasi ini, Perhutani berharap sinergi yang telah terjalin dengan TNI, Polri, dan Pemerintah Desa Sendangharjo dapat terus diperkuat. Dengan kerja sama yang baik, keamanan TPK Medang terjaga, kelestarian hutan terpelihara, dan manfaat pengelolaan hutan dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.