Media Kampung – Warga Condet, Jakarta Timur, kini mulai merasakan manfaat langsung dari pembangunan jaringan air minum perpipaan yang dilakukan PAM Jaya. Meskipun proses pembangunan sempat menimbulkan kemacetan dan debu, kini air berkualitas lebih jernih dan hemat biaya telah mengalir ke rumah-rumah warga.
Pembangunan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya PAM Jaya untuk mencapai target 100 persen cakupan layanan pada tahun 2029. Dengan adanya akses air perpipaan, ketergantungan warga terhadap air tanah yang selama ini menjadi penyebab penurunan muka tanah di Jakarta dapat dikurangi.
Salah satu warga Condet, Darkat, mengaku puas dengan kualitas air PAM Jaya. Menurutnya, air yang diterima jauh lebih jernih dibandingkan air sumur yang biasa digunakan. “Air PAM sekarang cukup bagus, jernih dan saya merasa puas. Di daerah saya rata-rata air sumurnya kuning. Dari sisi pengeluaran juga terasa lebih hemat,” ujarnya. Darkat menambahkan, sebelumnya biaya listrik dan air mencapai Rp600 ribu per bulan, kini hanya sekitar Rp400 ribu hingga Rp450 ribu.
Warga lainnya, Siti Nur, juga merasakan manfaat serupa. Ia menggunakan air PAM Jaya untuk kebutuhan sehari-hari dan mengaku tidak pernah mengalami gangguan. “Air PAM bagus, bening, jernih untuk sehari-hari, terus tidak ada gangguan juga selama ini. Biayanya juga murah, cuma sekitar Rp50 ribu per bulan,” ungkapnya.
Kehadiran layanan air minum perpipaan ini tidak hanya memberikan kemudahan dan penghematan biaya, tetapi juga menjadi solusi penting dalam menjaga kelestarian lingkungan Jakarta. Dengan berkurangnya penggunaan air tanah, diharapkan penurunan muka tanah dapat ditekan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan