Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Universitas Muhammadiyah Jember menggelar program pemberdayaan perempuan di Desa Batah Barat, Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan pada Senin, 4 Mei 2026.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Wanita dalam Proses Tradisional yang Sederhana namun Penuh Nilai Ekonomi” dengan fokus pada pengolahan ikan asin sebagai produk bernilai jual tinggi.

Desa Batah Barat merupakan wilayah pesisir dengan hasil tangkapan ikan melimpah, namun para nelayan sering menjual hasil laut secara langsung dengan harga yang rendah.

Mahasiswa KKN berupaya mengubah pola tersebut dengan memberikan pelatihan kepada ibu‑ibu rumah tangga tentang cara mengolah ikan menjadi ikan asin yang awet dan memiliki pasar lebih luas.

Pemilihan ikan asin sebagai bahan utama didasarkan pada tradisi lokal, daya tahan produk, serta peluang pemasaran yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Selama sesi sosialisasi, peserta dipandu melalui tahapan pemilihan ikan segar, pembersihan, teknik penggaraman, penjemuran, hingga pengemasan dan strategi penjualan.

Acara ini diikuti oleh sekitar dua puluh ibu‑ibu warga, wali murid, dan anak‑anak TK PGRI 1 Batah Barat yang turut menyaksikan proses demonstrasi.

Mahasiswa KKN bertindak sebagai fasilitator utama, memberikan penjelasan teknis serta menjawab pertanyaan praktis yang diajukan oleh peserta.

“Dengan teknik sederhana ini, para ibu dapat menambah nilai jual ikan hasil tangkapan dan memperkuat ketahanan ekonomi keluarga,” ujar Uun Munawaroh (NIM 2510274012), anggota tim KKN.

Para peserta tampak antusias, banyak yang mencatat langkah‑langkah penting dan berbagi pengalaman mengenai pengolahan hasil laut yang mereka lakukan sehari‑hari.

Kepala Desa Batah Barat, Bapak H. Abdul Halim, menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut dan berharap kegiatan serupa dapat berkelanjutan.

“Program ini perlu dikolaborasikan dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar pengelolaan dan pemasaran ikan asin dapat lebih terstruktur,” tambahnya.

Kolaborasi dengan BUMDes diharapkan dapat membuka jaringan distribusi yang lebih luas, meningkatkan harga jual, serta memperkuat posisi desa dalam rantai nilai perikanan.

Mahasiswa KKN menegaskan bahwa keterampilan ini tidak hanya bersifat teknis, melainkan juga menjadi sarana pemberdayaan sosial yang mempererat solidaritas antarwarga.

Penguatan ekonomi melalui produk ikan asin diharapkan dapat menurunkan tingkat kemiskinan di kawasan pesisir serta mengurangi ketergantungan pada penjualan ikan mentah.

Respon masyarakat positif, dengan banyak ibu rumah tangga yang mengungkapkan niat untuk memulai usaha kecil pengolahan ikan asin di rumah masing‑masing.

Program KKN RPL Unmuh Jember ini merupakan bagian dari agenda tahunan universitas yang menekankan peran aktif mahasiswa dalam pembangunan masyarakat.

Keberhasilan kegiatan ini menjadi contoh konkret bagaimana pendidikan tinggi dapat memberikan solusi praktis bagi permasalahan ekonomi lokal.

Tim KKN berencana melakukan monitoring lanjutan pada akhir bulan untuk menilai dampak ekonomi dan mengidentifikasi kebutuhan pelatihan lanjutan.

Dengan dukungan desa dan potensi pasar yang ada, diharapkan program pemberdayaan perempuan melalui produksi ikan asin dapat menjadi model berkelanjutan bagi wilayah pesisir lainnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.