Media Kampung – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi PG PAUD Universitas Muhammadiyah Jember melaksanakan sosialisasi kesehatan gigi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) X Bendo, Pare, Kediri pada 21 April 2026.
Kegiatan ini bertujuan menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini, khususnya menjaga kebersihan gigi melalui menyikat gigi minimal dua kali sehari.
Para mahasiswa menggunakan metode interaktif dengan memperkenalkan model gigi palsu sebagai alat peraga untuk menunjukkan teknik menyikat yang tepat.
Visualisasi model gigi memudahkan anak‑anak memahami urutan gerakan menyikat, termasuk posisi sikat, gerakan melingkar, dan durasi menyikat sekitar dua menit.
Setelah demonstrasi, seorang siswa dipilih untuk mempraktikkan cara menggosok gigi secara langsung di depan kelas, memperlihatkan langkah‑langkah secara nyata.
Seluruh anak kemudian melakukan praktik mandiri menggunakan sikat gigi yang dibawa dari rumah, di bawah bimbingan mahasiswa.
Antusiasme peserta tampak tinggi; anak‑anak bersemangat mengikuti instruksi dan saling meniru gerakan temannya.
Wali murid juga turut hadir dan memberikan apresiasi atas program edukasi yang dianggap bermanfaat bagi perkembangan kebiasaan sehat anak.
Seorang wakil orang tua menyatakan, “Kegiatan ini sangat membantu anak‑anak karena mereka lebih mudah menyerap materi ketika guru atau orang dewasa menjelaskan secara langsung.”
Mahasiswa menekankan pentingnya konsistensi menyikat gigi dua kali sehari, baik setelah sarapan maupun sebelum tidur, untuk mencegah plak dan karies.
Data Badan Kesehatan Dunia menunjukkan bahwa kebiasaan menyikat gigi sejak usia dini dapat menurunkan risiko penyakit gusi hingga 40 % pada usia remaja.
Dengan pendekatan praktis, mahasiswa berharap kebiasaan tersebut dapat tertanam kuat pada anak‑anak TK ABA X Bendo.
Selama sesi, mahasiswa juga membagikan informasi tentang pemilihan sikat gigi dengan bulu lembut serta pasta gigi yang mengandung fluoride sesuai rekomendasi Kementerian Kesehatan.
Penggunaan fluoride terbukti meningkatkan kekuatan enamel dan mengurangi kejadian gigi berlubang pada anak.
Para peserta diajarkan cara mengatur waktu menyikat dengan bantuan timer sederhana, sehingga durasi dua menit dapat dipatuhi secara konsisten.
Mahasiswa menyiapkan poster edukatif yang menampilkan tahapan menyikat gigi secara visual, yang kemudian dipajang di dinding kelas untuk referensi harian.
Selain itu, mereka mendistribusikan lembar kerja singkat untuk menguji pemahaman anak setelah sesi praktik selesai.
Hasil evaluasi awal menunjukkan bahwa lebih dari 80 % anak dapat mengidentifikasi langkah‑langkah menyikat yang benar.
Program KKN RPL PG PAUD Unmuh Jember ini merupakan bagian dari upaya peningkatan literasi kesehatan di wilayah Kediri, khususnya pada usia pra‑sekolah.
Universitas Muhammadiyah Jember menekankan peran mahasiswa dalam mengabdikan ilmu pengetahuan untuk masyarakat melalui kegiatan lapangan.
Kegiatan serupa telah dilaksanakan di beberapa TK lain di Jawa Timur, menunjukkan komitmen institusi dalam memperluas dampak edukatif.
Para mahasiswa menutup sesi dengan memberikan masing‑masing sikat gigi baru sebagai souvenir, sekaligus mengingatkan pentingnya perawatan rutin.
Wali murid mengaku akan terus memantau kebiasaan menyikat gigi anak di rumah, sehingga pembelajaran tidak berhenti di sekolah.
Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model bagi institusi pendidikan lain dalam mengintegrasikan kesehatan mulut ke kurikulum pra‑sekolah.
Pihak TK ABA X Bendo berencana menjalin kerja sama jangka panjang dengan Unmuh Jember untuk program edukasi kesehatan berkelanjutan.
Mahasiswa KKN RPL PG PAUD akan melanjutkan kunjungan ke sekolah lain selama bulan Mei 2026, memperluas jaringan edukasi gigi sehat.
Seluruh kegiatan didokumentasikan dalam laporan resmi yang akan diserahkan kepada dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unmuh Jember.
Ke depan, universitas berencana menambah materi edukasi kesehatan lainnya, seperti gizi seimbang dan kebersihan tangan.
Dengan sinergi antara akademisi, sekolah, dan orang tua, diharapkan generasi muda Kediri tumbuh dengan kebiasaan hidup sehat sejak dini.
Program ini sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab sosial mahasiswa, menyiapkan mereka menjadi pendidik yang peduli pada kesehatan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Leave a Reply