Media Kampung – Nigeria Immigration Service (NIS) mengeluarkan pernyataan resmi pada 4 Mei 2026, menegaskan bahwa semua proses permohonan paspor harus dilakukan melalui portal resmi http://passport.immigration.gov.ng dan memperingatkan publik tentang bahaya platform pembayaran paspor palsu yang beredar secara online.
Spokesperson NIS, Akinsola Akinlabi, menolak keras tuduhan bahwa sebuah organisasi keagamaan atau pihak ketiga lain terlibat dalam sistem pembayaran NIS. Ia menyebut tuduhan tersebut “salah dan menyesatkan” serta menegaskan tidak ada otorisasi apa pun bagi lembaga di luar NIS untuk menerima pembayaran atas nama layanan imigrasi.
Menurut Akinlabi, portal resmi adalah satu‑satunya platform yang diakui pemerintah untuk mengelola semua pembayaran paspor, baik bagi warga Nigeria yang berada di dalam negeri maupun diaspora. Ia menambahkan bahwa verifikasi sederhana pada situs resmi akan membuktikan keaslian dan transparansi sistem tersebut.
Dalam pernyataannya, Akinlabi mengungkapkan bahwa NIS telah memulai penyelidikan awal terkait asal‑usul klaim palsu tersebut. Hasil sementara menunjukkan adanya individu yang mencoba menyesatkan publik atau merusak reputasi lembaga. “Kami akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bersalah,” tegasnya.
Untuk menegaskan komitmen pada regulasi keuangan pemerintah, NIS menegaskan bahwa mereka hanya bekerja dengan penyedia layanan pembayaran yang berlisensi dan terakreditasi, yang jelas tercantum pada portal resmi. Pembayaran yang dilakukan di luar saluran resmi sepenuhnya menjadi risiko pembayar, dan NIS tidak akan menanggung kerugian apa pun yang timbul.
Pihak layanan imigrasi juga menyediakan beberapa jalur komunikasi resmi untuk membantu publik, termasuk akun media sosial di X (Twitter), Instagram, dan Facebook dengan nama pengguna @nigimmigration, serta nomor telepon layanan 24 jam: 09121900655, 09121556359, 09121477092, dan layanan WhatsApp 0916087800, 09117717772.
Latar belakang peringatan ini muncul setelah sejumlah laporan media lokal menyebarkan informasi tentang situs atau agen yang mengklaim dapat memproses pembayaran paspor dengan tarif lebih murah atau proses yang lebih cepat. Namun, NIS menegaskan bahwa tidak ada kolaborasi dengan pihak mana pun di luar struktur resmi, dan semua klaim tersebut merupakan upaya penipuan.
Sejak awal tahun 2026, NIS telah meningkatkan sistem pemantauan dan keamanan siber pada portal resmi, termasuk otentikasi ganda dan enkripsi data. Langkah‑langkah ini diambil untuk memastikan bahwa proses aplikasi paspor tetap aman dari serangan siber dan penyalahgunaan data pribadi warga.
Pengguna yang sudah terlanjur melakukan pembayaran melalui platform tidak resmi diminta untuk segera menghubungi layanan pusat bantuan NIS untuk verifikasi dan, bila perlu, prosedur pengembalian dana. NIS menekankan pentingnya verifikasi URL portal resmi serta menghindari tautan yang mencurigakan atau permintaan pembayaran melalui transfer pribadi.
Pernyataan ini juga menyinggung pentingnya edukasi publik mengenai modus penipuan digital. Akinlabi menyarankan agar warga Nigeria selalu memeriksa keabsahan situs dengan melihat sertifikat SSL (https) dan memastikan alamat situs berakhiran “.gov.ng” sebelum memasukkan data pribadi atau melakukan pembayaran.
Hingga kini, tidak ada laporan resmi tentang kerugian finansial yang signifikan akibat penipuan platform pembayaran paspor palsu, namun NIS bertekad untuk mencegah potensi kerugian di masa mendatang melalui kampanye kesadaran dan penegakan hukum yang tegas.
Dengan penegasan ini, NIS berharap publik dapat kembali mempercayai proses digital resmi, mengurangi risiko penipuan, dan memastikan bahwa setiap permohonan paspor berjalan lancar serta sesuai prosedur yang ditetapkan pemerintah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan