Media Kampung – Kloter 45 berisi 210 jemaah KBIHU Aswaja Semen Indonesia mendarat di Bandara Madinah pada pukul 07.00 waktu setempat, Senin 4 Mei 2026, membawa Kartu Nusuk yang sudah didistribusikan sejak berada di tanah air.

Distribusi awal kartu ini dianggap sebagai langkah progresif yang mengurangi beban psikologis jemaah, terutama karena Kartu Nusuk menjadi dokumen krusial untuk mengakses area ibadah di Arab Saudi.

Ustad Suhafik, pembimbing rombongan, menjelaskan, “Alhamdulillah sudah dibagi sejak di tanah air, sehingga tidak ada beban psikis jemaah. Kartu ini sangat krusial untuk keberlangsungan jemaah selama ibadah haji,” menegaskan pentingnya kesiapan dokumen sebelum keberangkatan.

Selain pembagian fisik, KBIHU Aswaja mempercepat literasi digital dengan aktivasi serentak akun Nusuk yang dipimpin oleh Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom).

Generasi muda dalam rombongan ditugaskan mendampingi sesama jemaah yang kurang familiar dengan teknologi, memastikan semua akun aktif dan dapat dipakai tanpa hambatan teknis.

Sesampainya di Madinah, rombongan langsung diarahkan ke dua penginapan utama di area Makam Baqi, yakni Taj Ward Hotel dan Rose Holiday, yang telah dipersiapkan untuk menampung jemaah selama masa tinggal.

Data profil tahun 2026 menunjukkan rombongan terdiri atas 91 jemaah pria dan 119 jemaah perempuan, dengan 21 lansia berusia di atas 65 tahun yang memerlukan perhatian khusus.

Pembimbing terus melakukan profiling ketat dan koordinasi internal untuk memastikan kondisi lansia terjaga hingga pelaksanaan puncak ibadah di Armuzna, meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

Kehadiran Kartu Nusuk sejak awal memungkinkan jemaah masuk ke area ibadah di Madinah dan Makkah tanpa harus mengurus dokumen lagi di tanah suci.

Strategi distribusi dini ini juga membantu mengoptimalkan proses registrasi digital di portal resmi otoritas haji Saudi, mempercepat verifikasi identitas tiap jemaah.

Para jemaah melaporkan rasa tenang karena tidak lagi khawatir tentang keterlambatan dokumen, sehingga dapat lebih fokus pada persiapan spiritual sebelum melaksanakan ibadah.

KBIHU Aswaja menekankan sinergi antar‑generasi sebagai kunci keberhasilan implementasi teknologi di kalangan jamaah haji yang beragam usia.

Seluruh anggota rombongan telah melewati pemeriksaan kesehatan pra‑keberangkatan, termasuk tes COVID‑19, guna memastikan kelancaran perjalanan dan keamanan di Tanah Suci.

Pihak KBIHU berkoordinasi dengan otoritas bandara Madinah untuk memfasilitasi proses imigrasi, mempercepat pengambilan bagasi, dan penempatan ke hotel.

Setelah check‑in, jemaah diberi pengarahan singkat tentang tata cara penggunaan Kartu Nusuk secara digital, termasuk cara memindai QR code di pintu masuk Masjid Nabawi.

Penggunaan Kartu Nusuk secara digital diharapkan mengurangi antrian fisik, meminimalisir kontak langsung, dan meningkatkan efisiensi manajemen jamaah.

Pada hari berikutnya, rombongan dijadwalkan melakukan ziarah ke Masjid Quba dan Masjid Qiblatain, memanfaatkan akses yang sudah terjamin oleh Kartu Nusuk.

KBIHU Aswaja Semen Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki layanan logistik haji, termasuk penyediaan informasi real‑time melalui grup WhatsApp resmi rombongan.

Dengan dukungan teknis dan administratif yang matang, rombongan diharapkan dapat melaksanakan ibadah haji secara lancar, aman, dan khusyuk.

Perkembangan terbaru menunjukkan semua jemaah telah terdaftar dalam sistem e‑visa Saudi dan siap melanjutkan rute ibadah ke Mekkah pada minggu depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.