Media Kampung – VinFast menjadi sorotan setelah kecelakaan kereta di Bekasi Timur melibatkan taksi listriknya, sekaligus mempersiapkan peluncuran tiga model eScooter di Indonesia.

Kecelakaan terjadi pada Senin 27 April 2026 di Stasiun Bekasi Timur ketika sebuah taksi listrik VinFast melintas tanpa memperhatikan sinyal perlintasan kereta api.

Menurut manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, taksi tersebut menabrak KRL di jalur Bulak Kapal, memaksa kereta berhenti dan menimbulkan gangguan layanan.

Akibat tabrakan, KRL tidak dapat melanjutkan perjalanan, sehingga kereta Argo Bromo yang berada di belakangnya terpaksa menunggu selama lebih dari satu jam.

Rekaman video yang beredar menunjukkan taksi VinFast berhenti (mogok) di tengah rel, sementara KRL yang datang dari arah Cikarang menabraknya dengan kecepatan sedang.

VinFast mengumumkan bahwa pada bulan Juni 2026 akan meluncurkan tiga varian eScooter di pasar Indonesia, yaitu Evo, Feliz II, dan Viper.

Model Evo versi Indonesia ditingkatkan menjadi daya maksimum 2.700 W dengan baterai 1,8 kWh, memungkinkan kecepatan puncak 70 km/jam dan jarak tempuh hingga 180 km dalam kondisi standar.

Feliz II yang diposisikan sebagai kelas menengah memiliki tenaga 3.200 W, baterai 1,8 kWh, dan mampu menempuh 190 km dengan dua baterai serta dilengkapi suspensi yang lebih empuk dibandingkan varian Vietnam.

Viper, varian sport, menggunakan spesifikasi yang serupa dengan Feliz II namun menambahkan dual shock absorber dan desain aerodinamis untuk kenyamanan pada kecepatan tinggi.

CEO VinFast Indonesia, Yordan Satriadi, menjelaskan bahwa peluncuran tiga model pertama dipilih setelah studi pasar yang menunjukkan kecocokan produk dengan preferensi konsumen lokal.

Ia menambahkan bahwa strategi bertahap memungkinkan perusahaan mengamati respons pengguna sebelum menambah varian lain di masa depan.

Fasilitas produksi di Hai Phong, Vietnam, mengandalkan lebih dari seribu robot otomatis dan teknologi Industri 4.0, menghasilkan hingga 500.000 unit motor listrik per tahun untuk mendukung ekspor, termasuk ke Indonesia.

Yordan Setiadi, CEO VinFast eScooter Indonesia, menegaskan bahwa investasi pada jaringan battery swap station sudah berjalan melalui anak perusahaan V‑Green, dengan lokasi awal di beberapa kota besar.

Ia menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan pengguna menjadi prioritas, meski detail teknis operasional tidak dapat diungkapkan karena merupakan rahasia perusahaan.

Sistem swap yang diterapkan mirip dengan model yang dipakai oleh merek lokal seperti Smoot dan Volta, memungkinkan pengendara menukar baterai habis dengan yang terisi penuh dalam hitungan menit.

Pihak VinFast juga sedang menyiapkan jaringan dealer dan layanan purna jual di Subang, Jawa Barat, guna menjamin dukungan teknis setelah produk resmi diluncurkan.

Pihak kepolisian kini menyelidiki penyebab taksi VinFast melintas di perlintasan tanpa izin, sementara KAI berupaya memperbaiki infrastruktur sinyal untuk mencegah insiden serupa.

VinFast berjanji akan meningkatkan pelatihan pengemudi taksi listrik dan berkoordinasi lebih erat dengan otoritas transportasi demi keselamatan publik.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.