Media Kampung – Pemerintah Kabupaten Jember resmi membentuk tim kerja khusus untuk mempercepat pelaksanaan proyek Jalur Lintas Selatan, dengan target penyelesaian pada awal tahun 2029. Inisiatif ini dipimpin oleh Bupati Muhammad Fawait yang menegaskan pentingnya infrastruktur tersebut bagi konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam sambutan pada Sabtu 25 April, Bupati Fawait menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan lobi intensif kepada kementerian terkait agar pembangunan Jalur Lintas Selatan dapat dimulai pada tahun ini. Upaya lobi tersebut meliputi pertemuan tatap muka, penyusunan proposal teknis, dan koordinasi lintas sektor untuk menjamin alokasi anggaran tepat waktu.

Sebagai bagian dari strategi percepatan, Pemkab Jember juga membentuk unit kerja khusus untuk proyek fly over yang direncanakan menjadi salah satu infrastruktur terbesar di Kabupaten. Unit ini bertugas memantau proses perizinan, pengadaan material, serta pengawasan pelaksanaan konstruksi agar tidak terjadi penundaan.

Unit kerja tambahan difokuskan pada program pelebaran jalan, khususnya di jalur Tanggul hingga Mangli serta akses menuju pusat kota. Dengan lebar jalan yang ditingkatkan, diharapkan kemacetan dapat berkurang signifikan, memperlancar distribusi barang dan jasa bagi pelaku usaha lokal.

Pengembangan Pasar Tanjung juga masuk dalam agenda tim baru, mengingat pasar tersebut merupakan pusat ekonomi masyarakat Jember. Tim ini akan mengkoordinasikan revitalisasi, penataan kembali lahan, serta peningkatan fasilitas sanitasi untuk meningkatkan kenyamanan pedagang dan pembeli.

“Kami berkomitmen memastikan semua proyek infrastruktur yang bersumber dari pemerintah pusat berjalan sesuai rencana dan tepat waktu,” kata Bupati Fawait dalam konferensi pers. “Setiap unit kerja akan melaporkan progres secara berkala agar transparansi terjaga dan masyarakat dapat merasakan manfaatnya segera.”

Proyek Jalur Lintas Selatan sendiri merupakan program pemerintah pusat yang menghubungkan beberapa kecamatan utama di Jember, dengan total panjang sekitar 45 kilometer. Rute ini dirancang untuk mengurangi waktu tempuh antar wilayah, sekaligus mendukung distribusi hasil pertanian dan produk industri ke pelabuhan terdekat.

Manfaat yang diharapkan meliputi penurunan tingkat kemacetan, peningkatan aksesibilitas layanan publik, serta dorongan investasi sektor swasta di sepanjang koridor. Analisis awal menunjukkan potensi peningkatan volume transportasi barang hingga 30 persen setelah selesai, yang akan memperkuat posisi Jember sebagai hub logistik regional.

Hingga akhir April 2026, persiapan lahan dan pengadaan bahan baku telah memasuki fase akhir, dengan beberapa titik konstruksi mulai bergerak. Pemerintah Kabupaten terus memantau realisasi jadwal melalui rapat koordinasi bulanan, memastikan bahwa target akhir 2029 tetap realistis dan dapat dicapai.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.