Media Kampung – KKN Kolaborasi 3T UNEJ berhasil melaksanakan serangkaian program inovatif di Desa Kembang Kerang, Kecamatan Aikmel, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dengan fokus pada digitalisasi pertanian, pemetaan jaringan air, serta pendampingan UMKM.
Program KKN dimulai pada 16 Januari 2025 dan direncanakan berjalan hingga 7 Februari 2025, melibatkan lebih dari 30 mahasiswa dari Universitas Jember, Telkom University, dan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Jember.
Salah satu inovasi utama adalah Sistem Informasi Petani Pintar berupa website yang menghubungkan petani dengan data harga pasar dan agenda pertanian secara real‑time.
Shofar, mahasiswa Agroteknologi UNEJ, menjelaskan, ‘Website ini dirancang agar setiap petani dan Gapoktan dapat mengakses informasi pasar tanpa menunggu perantara, sehingga keputusan produksi menjadi lebih tepat waktu.’
Tim KKN kemudian mengadakan pelatihan intensif selama tiga hari bagi warga desa agar dapat mengoperasikan situs secara mandiri dan memperbarui data secara berkala.
Di bidang infrastruktur air, tim memetakan aliran pipa PamDes menggunakan aplikasi Q‑GIS untuk menghasilkan peta detail yang memudahkan teknisi mengidentifikasi titik kebocoran atau kebutuhan perbaikan.
Shofar menambahkan, ‘Peta aliran utama ini menjadi panduan visual bagi teknisi dan masyarakat, sehingga perawatan jaringan air dapat dilakukan secara proaktif dan berkelanjutan.’
Untuk sektor UMKM, tim mendampingi lebih dari 40 pelaku usaha di delapan dusun, membantu mereka membuat logo, strategi branding, serta mempromosikan produk melalui media sosial.
Kerjasama dengan Dinas Koperasi dan UKM memungkinkan lebih dari 30 usaha mikro memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) sehingga dapat mengakses pasar formal.
Kolaborasi antar institusi pendidikan ini memperkuat sinergi antara ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan lokal, menghasilkan dampak positif yang terasa langsung oleh warga.
Kepala Desa Kembang Kerang, Yahya Saputra, menyatakan, ‘Kami sangat berterima kasih atas dukungan KKN Kolaboratif; program ini meningkatkan kapasitas digital masyarakat dan memperkuat ketahanan ekonomi desa.’
Harapan jangka panjang adalah agar digitalisasi pertanian, peta jaringan air, serta peningkatan kompetensi UMKM menjadi fondasi pembangunan berkelanjutan di desa ini.
Hingga 7 Februari 2025, program masih berlangsung aktif, dengan rencana penyerahan akhir berupa panduan operasional website, peta Q‑GIS, dan laporan evaluasi dampak ekonomi kepada pemerintah daerah.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.






Tinggalkan Balasan