Media Kampung – Pemerintah Provinsi Banten mengklaim Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) berhasil memperkuat konektivitas antarwilayah di perdesaan. Program prioritas ini dinilai membuka akses ekonomi masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, pembangunan jalan desa melalui Program Bang Andra merupakan upaya nyata mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah perdesaan. Program tersebut juga sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang fokus membangun dari desa.
Pada tahun 2025, Pemprov Banten melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) merealisasikan Program Bang Andra dengan menangani 62 ruas jalan dan 1 jembatan yang tersebar di berbagai daerah. Penanganan tersebut meliputi 30 ruas dan 1 jembatan di Kabupaten Pandeglang, 17 ruas di Kabupaten Lebak, 8 ruas di Kabupaten Serang, 5 ruas di Kota Serang, dan 2 ruas di Kabupaten Tangerang.
Program tersebut didukung anggaran sebesar Rp184 miliar dengan total panjang jalan yang ditangani mencapai 71 kilometer. Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Lebak menjadi wilayah dengan jumlah penanganan terbanyak sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas dan membuka akses ekonomi masyarakat di wilayah selatan Banten.
Menurut Andra Soni, capaian pembangunan pada tahun 2025 telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Sebanyak 62 ruas jalan desa berhasil dibangun, turut mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta meningkatkan mobilitas warga. “Melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera atau Bang Andra, kita perlahan memangkas disparitas ekonomi antara wilayah perkotaan dan perdesaan. Fokus utama program ini adalah memperbaiki perekonomian masyarakat di daerah yang memiliki kapasitas fiskal terbatas,” ujarnya.
Pembangunan jalan desa bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan membuka akses terhadap berbagai peluang ekonomi. “Ketika jalan desa menjadi lebih baik, biaya transportasi masyarakat bisa ditekan, hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, dan aktivitas ekonomi tumbuh lebih cepat. Karena itu, pembangunan jalan desa memiliki dampak yang sangat besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Andra Soni.
Komitmen tersebut berlanjut pada tahun 2026. Melalui Program Bang Andra, Pemprov Banten kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp164 miliar untuk penanganan 33 ruas jalan desa dengan total panjang mencapai 46,71 kilometer. Penanganan jalan pada tahun 2026 tersebar di Kabupaten Lebak sebanyak 11 ruas, Kabupaten Pandeglang 9 ruas, Kabupaten Serang 4 ruas, Kabupaten Tangerang 4 ruas, Kota Serang 4 ruas dan Kota Cilegon 1 ruas. Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang kembali menjadi wilayah prioritas.
Andra Soni menegaskan, Program Bang Andra dirancang sebagai program pembangunan berkelanjutan. Selain meningkatkan konektivitas, program ini diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, memperkuat sektor pertanian dan UMKM, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan pendidikan dan kesehatan.
Kepala DPUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menyampaikan, ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra merupakan usulan dari kepala desa atau kelurahan melalui pemerintah kabupaten/kota yang kemudian diusulkan kepada Pemprov Banten. “Kami menerima usulan dari pemerintah kabupaten/kota untuk ruas jalan yang masuk dalam program Bang Andra, kemudian kami juga melakukan survei dan memastikan jalan tersebut tepat untuk dibangun melalui program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Banten,” katanya.
Program Bang Andra telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu tokoh masyarakat Desa Majau, Kholilullah, menyampaikan rasa syukur atas pembangunan jalan Majau-Mekarwangi sepanjang 1,3 kilometer di Kecamatan Saketi. Ia menggambarkan kondisi sebelumnya yang sangat memprihatinkan. “Dulu jalannya becek, penuh kerikil tajam, dan sangat sulit dilalui. Anak-anak sekolah kesulitan, warga bawa hasil panen juga susah. Sekarang alhamdulillah sudah bagus, biaya angkut jadi lebih murah,” ujarnya.
Ketua RT Kampung Ranca, Desa Karyajaya, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Uswani (50) mengatakan, kondisi jalan Luwuk-Grewel sebelumnya rusak parah. Petani harus menggunakan jasa panggul untuk mengangkut hasil panen. Namun dengan program Bang Andra, jalan sepanjang 2,9 kilometer dengan lebar tiga meter membantu masyarakat, terutama para petani untuk mengangkut hasil taninya. “Sekarang jalannya sudah bagus, petani tidak lagi dibebani biaya angkut. Semua bisa dibawa sendiri,” ujarnya.
Program Bang Andra juga memberikan dampak bagi masyarakat Desa Sukadame, Kabupaten Pandeglang. Epan, salah satu warga, menyampaikan terima kasih kepada Pemprov Banten yang telah membangun jalan di desanya. “Terima kasih Pak Andra Soni sudah dibangun jalan kami, jadi nyaman dan lancar. Kami berharap jalannya awet agar masyarakat tidak kesusahan lagi kalau kemana-mana,” ujarnya. Siti, warga lainnya, juga menyampaikan rasa syukur lantaran jalan di desanya telah dibangun. “Alhamdulillah sekarang sudah di bangun, terima kasih sudah benerin jalan ini, ini sudah lama di tunggu-tunggu,” katanya.
Program Bang Andra juga mendukung laju pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten tahun 2025 tumbuh sebesar 5,37 persen, meningkat dibandingkan capaian tahun 2024 yang berada di angka 4,79 persen. Pertumbuhan tersebut melampaui rata-rata nasional yang tercatat sebesar 5,11 persen. Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 9,60 persen. Sedangkan Pertumbuhan Ekonomi Provinsi Banten triwulan I-2026 terhadap triwulan I-2025 mengalami pertumbuhan sebesar 5,64 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, lapangan usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mencatat pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 17,88 persen.
Program Bang Andra juga memberikan dampak signifikan pada sektor pertanian, membantu para petani memudahkan mengangkut hasil panen. Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Banten pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 111,81 pada bulan Desember, yang menunjukkan peningkatan daya beli petani. Selain itu, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Banten pada periode yang sama mencapai angka 117,43, mencerminkan peningkatan kemampuan usaha petani untuk menutup biaya produksi dan menambah modal.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan