Media Kampung – Bunga mawar di beberapa taman yang dikelola oleh National Trust di wilayah selatan Inggris kini mekar lebih awal dibandingkan dengan waktu biasanya. Perubahan iklim yang menyebabkan musim dingin lebih hangat dan curah hujan meningkat menjadi faktor utama yang memicu fenomena ini.
National Trust mengungkapkan bahwa puncak musim berbunga mawar yang sebelumnya terjadi pada bulan Juni kini terus bergeser maju. Di Chartwell House, Kent, bunga mawar pertama tahun ini tercatat sudah mekar sejak bulan Maret, jauh lebih cepat dari tahun-tahun sebelumnya.
Rebecca Bevan, spesialis hortikultura dari National Trust, menjelaskan bahwa musim dingin yang hangat dan basah serta adanya periode cuaca hangat pada musim semi menjadi penyebab perubahan waktu berbunga tersebut. Ia menambahkan bahwa meskipun mekarnya mawar lebih awal tidak selalu berdampak negatif, tantangan utama yang dihadapi adalah ketersediaan air akibat pola cuaca yang berubah.
Upaya adaptasi telah dilakukan oleh National Trust dengan fokus pada pengelolaan tanah yang sehat, pemilihan varietas mawar yang lebih tahan, serta pengembangan sistem penampungan dan penyimpanan air untuk menjaga tanaman tetap subur di tengah perubahan iklim.
Christopher Lane, Manajer Taman Chartwell, mengungkapkan bahwa musim semi tahun ini menjadi contoh nyata bagaimana perubahan iklim memengaruhi kondisi taman. Minimnya gelombang udara dingin menyebabkan pertumbuhan tanaman berlangsung lebih cepat, sehingga bunga mawar mulai bermekaran sejak bulan Maret, padahal biasanya waktu ini masih jauh dari puncak musim berbunga.
Fenomena serupa juga tercatat di taman Mottisfont, Hampshire, yang sejak dikelola oleh National Trust pada tahun 1972 menunjukkan pola mekarnya mawar yang semakin maju sekitar satu hari setiap dua setengah tahun. Kepala Pengelola Kebun Mottisfont, Rob Ballard, menjelaskan bahwa musim dingin yang basah dan hangat serta cuaca hangat di bulan April mempercepat pertumbuhan mawar secara signifikan pada tahun 2026.
Perubahan iklim ini menuntut para pengelola taman untuk menyesuaikan metode perawatan tanaman, mulai dari pengelolaan kualitas tanah hingga teknik pemangkasan agar tanaman mampu bertahan dan beradaptasi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu.
Dampak perubahan iklim terhadap waktu mekarnya mawar ini menjadi gambaran nyata bagaimana fenomena global tersebut berpengaruh pada lingkungan lokal. Perubahan pola cuaca yang menyebabkan musim dingin lebih hangat dan basah serta musim semi yang lebih hangat mendorong percepatan siklus pertumbuhan tanaman hias seperti mawar.
Dengan kondisi ini, pengelola taman harus terus berinovasi dalam merawat tanaman agar tetap sehat dan indah meski menghadapi tantangan air dan cuaca ekstrim. Hal ini sekaligus menjadi sinyal penting bagi upaya konservasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim di sektor hortikultura di Inggris.
Secara keseluruhan, fenomena mekarnya mawar lebih cepat ini menjadi salah satu dampak nyata perubahan iklim yang sudah dirasakan di tingkat lokal dan memberikan gambaran bagaimana perubahan iklim mengubah siklus alam secara signifikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan