Media Kampung, Jakarta — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 11 hingga 12 Juli 2026. Sejumlah wilayah di Indonesia diprakirakan berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Sementara itu, beberapa daerah lainnya perlu mewaspadai potensi angin kencang.

Berdasarkan informasi BMKG, pada 11 Juli 2026 terdapat tujuh provinsi yang masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat. Pada 12 Juli 2026, jumlah wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat berkurang menjadi tiga provinsi. Meski tidak ada wilayah yang berstatus Siaga maupun Awas, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi genangan, luapan sungai, dan longsor, terutama di daerah rawan.

Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan adanya angin kencang di sejumlah wilayah pada kedua hari tersebut. Oleh karena itu, masyarakat diimbau terus memantau informasi cuaca terkini dan mengikuti peringatan dini yang dikeluarkan BMKG guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

Sebelumnya, BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk Jumat, 10 Juli 2026, yang menyebutkan sebagian wilayah Indonesia masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga lebat. Beberapa wilayah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang, lebat hingga sangat lebat, serta angin kencang. Kondisi cuaca yang dapat berubah cepat berpotensi mengganggu aktivitas harian serta perjalanan darat, laut, maupun udara.

BMKG menjelaskan bahwa potensi hujan di awal Juli 2026 dipengaruhi oleh faktor atmosfer berskala regional maupun global yang masih aktif di sekitar Indonesia. Fenomena seperti sirkulasi siklonik di sekitar pesisir Sumatra Selatan dan barat Sumatera membentuk daerah perlambatan dan belokan angin yang mendukung pertumbuhan awan hujan. Kelembaban udara yang relatif tinggi juga menjadi penyebab hujan masih sering terjadi meskipun Indonesia mulai memasuki musim kemarau.