Media Kampung – Ikatan Mahasiswa Pecinta Alam (IMPA) Akasia Fakultas Hukum Universitas Jember (FH UNEJ) menyerukan pelestarian gumuk di Kabupaten Jember melalui seminar lingkungan yang digelar dalam rangka Dies Natalis ke-43. Seminar bertajuk “Menjaga Gumuk, Menjaga Jember” berlangsung pada pertengahan Juni 2026 di Ruang Soeharsono FH UNEJ dan dihadiri oleh mahasiswa serta masyarakat umum.

Fungsi Ekologis Gumuk yang Terancam

Seminar menghadirkan dua narasumber, yaitu Dosen Hukum Tata Negara FH UNEJ Riswandha Imawan, S.H., M.H., dan penulis lingkungan R.Z. Hakim. Keduanya menjelaskan bahwa gumuk memiliki nilai ekologis, geologis, dan edukatif yang penting. Gumuk berperan sebagai kawasan resapan air, penyangga keseimbangan ekosistem, serta habitat berbagai flora dan fauna. Namun, alih fungsi lahan dan pembangunan semakin mengancam keberadaan bentang alam khas Jember ini.

Diskusi juga menyoroti perlunya kebijakan pembangunan yang memperhatikan aspek keberlanjutan. Tanpa langkah konservasi yang serius, gumuk bisa tergerus dan hilang fungsinya bagi lingkungan.

Seruan dari Generasi Muda

Salah seorang panitia, Sasmitha atau Hachi, menyatakan bahwa tema pelestarian gumuk dipilih sebagai bentuk kepedulian organisasi terhadap kondisi lingkungan di Jember. “Kegiatan ini tidak hanya menjadi bagian dari peringatan hari jadi IMPA Akasia, tetapi juga diharapkan mampu membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga warisan alam daerah,” ujarnya pada 25 Juni 2026.

Hachi yang juga menjabat sebagai Pengurus IMPA Akasia periode 2026 berharap kegiatan serupa terus digelar untuk memperluas partisipasi masyarakat. “Kami ingin mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar. Gumuk bukan sekadar bentang alam biasa, tetapi bagian dari identitas ekologis Jember yang memiliki fungsi penting bagi keberlangsungan kehidupan. Menjaga gumuk berarti juga menjaga masa depan lingkungan Jember,” katanya.

Antusiasme Peserta dan Harapan ke Depan

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung. Banyak pertanyaan diajukan mengenai konservasi lingkungan dan tantangan pembangunan di Kabupaten Jember. IMPA Akasia berharap kesadaran kolektif untuk melindungi gumuk terus tumbuh dan menjadi bagian dari gerakan konservasi yang berkelanjutan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.