Media Kampung – Masyarakat adat dari berbagai daerah berkumpul di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Minggu (21/6/2026) untuk mengikuti upacara adat Ngertakeun Bumi Lamba. Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh perwakilan masyarakat adat, tokoh budaya, serta peserta dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya di Indonesia.
Ngertakeun Bumi Lamba merupakan tradisi yang digelar sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas alam semesta yang menjadi sumber kehidupan manusia. Tahun ini, penyelenggaraan memasuki edisi ke-18 dengan tajuk Ngertakeun Bumi Lamba Sunda Nusantara Sabuana.
Dalam prosesi tersebut, para peserta mengarak jampana—wadah tradisional berisi hasil bumi—sebagai simbol penghormatan terhadap alam. Melalui kegiatan ini, panitia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan di tengah berbagai tantangan perubahan yang terjadi saat ini.
Suasana semakin semarak dengan kehadiran peserta yang mengenakan pakaian adat khas masing-masing daerah. Mereka bersama-sama mengikuti rangkaian doa dan ritual yang dipimpin oleh sesepuh adat. Acara ini menjadi momen penting untuk memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.





Tinggalkan Balasan