Media Kampung – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi kembali meluncurkan inovasi pelayanan publik dengan memungkinkan warga membayar pajak kendaraan bermotor melalui aplikasi WhatsApp. Langkah ini diumumkan di tengah berbagai gebrakan lainnya, termasuk kebijakan pendidikan gratis di sekolah swasta dan penanganan kisruh Penerimaan Calon Murid Baru (PCMB).

Kebijakan pembayaran pajak via WhatsApp bertujuan mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan tanpa harus datang ke kantor Samsat. Dengan layanan ini, warga cukup mengirimkan pesan ke nomor resmi yang disediakan oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar untuk melakukan pengecekan dan pembayaran pajak kendaraan. Inovasi ini menjadi bagian dari transformasi digital pelayanan publik yang digagas Dedi Mulyadi sejak menjabat sebagai gubernur.

Selain pajak kendaraan, Dedi Mulyadi juga tengah fokus pada sektor pendidikan. Ia menjamin biaya pendidikan bagi siswa yang tidak tertampung di SMA negeri melalui kerja sama dengan sekolah swasta. Kebijakan ini berlaku mulai tahun ajaran 2026/2027, di mana seluruh biaya pendidikan siswa di sekolah swasta mitra pemerintah akan ditanggung oleh Pemprov Jawa Barat. Dedi menegaskan bahwa orang tua tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk biaya sekolah anak-anak mereka yang masuk ke sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah.

Namun, tidak semua sekolah swasta masuk dalam skema ini. Dedi menjelaskan bahwa sekolah swasta favorit dengan SPP jutaan rupiah tidak akan ditanggung. Seleksi ketat akan dilakukan dengan mempertimbangkan standar dan kemampuan anggaran daerah. Bantuan pembiayaan hanya diberikan kepada calon murid yang telah mengikuti proses PCMB.

Kebijakan ini muncul di tengah kisruh pelaksanaan SPMB 2026 yang sempat memicu protes orang tua. Dedi Mulyadi pun menyampaikan permintaan maaf atas kendala teknis yang terjadi, termasuk skor siswa yang mendadak menyusut. Ia menegaskan akan mengevaluasi sistem dan mencopot Kepala Tikomdik Disdik Jabar sebagai bentuk tanggung jawab.

Di sisi lain, Dedi Mulyadi juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Saat menghadiri Upacara Pujabakti Waisak Jawa Barat di Candi Jiwa, Karawang, ia mengajak masyarakat untuk tidak berlebihan dalam memanfaatkan hasil bumi dan mengedepankan rasa cinta sebagai dasar kehidupan. Ia menekankan bahwa sikap berlebihan dapat melahirkan kerusakan dan kebencian.

Dengan berbagai gebrakan ini, Dedi Mulyadi menunjukkan komitmennya untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat, baik melalui inovasi digital maupun kebijakan sosial yang pro-rakyat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.