Media Kampung – Seniman bunyi Rani Jambak mempersembahkan karya performans berjudul Mamasak Asa yang mengangkat Gunung Marapi sebagai simbol memori kolektif masyarakat Minangkabau. Pertunjukan ini berlangsung di Galeri Nasional Indonesia pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Dalam pameran Indonesian Women Artists (IWA) #4, Rani menampilkan seni bunyi yang unik dengan menggabungkan aktivitas menyulam tradisional Minangkabau menggunakan teknik sulam Suji Caia dan teknologi audio digital. Setiap gerakan jarum menyulam pada kain tembaga anti-radiasi yang terhubung dengan perangkat elektronik Touch Me dari Playtronica menghasilkan bunyi elektronik yang mengisi ruang pamer.
Suara hasil sulaman tersebut berpadu dengan rekaman pembacaan Tambo Alam Minangkabau yang berasal dari Surau Parak Laweh di Sumatra Barat. Tambo ini menceritakan asal-usul leluhur Minangkabau yang pertama kali datang ke Gunung Marapi, tempat yang dianggap sebagai titik awal peradaban dan sistem adat masyarakat Minangkabau.
Rani menjelaskan bahwa Gunung Marapi bukan sekadar fenomena alam, tetapi merupakan bagian penting dari ingatan kolektif budaya Minangkabau. Pengalaman tinggal di sekitar kaki gunung yang aktif secara vulkanik memberikan inspirasi tersendiri baginya. Ledakan dan abu vulkanik yang muncul mengingatkan manusia akan kebesaran alam dan mengubah rasa takut menjadi kekaguman, yang kemudian dituangkan dalam karya seni ini.
Suasana pertunjukan terasa seperti ritual yang mengajak penonton menyelami sejarah dan spiritualitas masyarakat Minangkabau. Sekitar seratus pengunjung hadir menyaksikan Mamasak Asa dan banyak yang menikmati atmosfer meditatif yang tercipta dari kombinasi suara repetitif sulaman dan narasi tambo.
Karya ini merupakan bagian dari instalasi multimedia Pamedangan yang dipamerkan hingga 30 Juni 2026 dalam rangkaian IWA #4. Melalui karya ini, Rani berupaya mengajak publik untuk merenungkan hubungan manusia dengan alam dan pentingnya menjaga memori budaya melalui medium seni bunyi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan