Media Kampung – Penjualan ritel di Afrika Selatan mengalami kenaikan sebesar 1,6% secara tahunan pada bulan Juni setelah pertumbuhan 2,2% yang direvisi pada bulan Mei, menurut data dari Statistics South Africa. Namun, secara bulanan, penjualan ritel yang disesuaikan secara musiman turun sebesar 0,6% pada bulan yang sama.
Kenaikan tahunan ini mencerminkan pemulihan permintaan konsumen meskipun terdapat penurunan bulanan yang menunjukkan adanya fluktuasi dalam perilaku belanja masyarakat. Data ini penting untuk memahami dinamika ekonomi Afrika Selatan, terutama dalam konteks ketidakpastian global dan tekanan inflasi yang mempengaruhi belanja konsumen.
Sementara itu, di Asia Tenggara, khususnya Malaysia, 99 Speed Mart Retail Holdings Bhd mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat kehadiran ritel dan meningkatkan kemampuan operasionalnya. Dengan pembukaan pusat distribusi baru di Semenyih, perusahaan ini menargetkan dukungan untuk sekitar 180 outlet di wilayah tersebut.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun ini, 99 Speed Mart mencatat peningkatan laba bersih sebesar 13,4% secara tahunan menjadi RM163,9 juta, sejalan dengan kenaikan pendapatan sebesar 15,5% menjadi RM6,14 miliar untuk periode enam bulan pertama tahun ini. Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan jumlah transaksi penjualan sebesar 15,7% menjadi 287,6 juta transaksi, dengan ukuran keranjang belanja rata-rata tetap sehat di RM21,40.
Perusahaan juga memanfaatkan platform e-commerce untuk penjualan grosir yang memberikan kontribusi pendapatan tambahan sekitar RM22,4 juta dibandingkan dengan semester pertama tahun sebelumnya. Meski demikian, biaya administrasi dan operasional meningkat 13,3% menjadi RM766,4 juta, terutama disebabkan oleh kenaikan biaya tenaga kerja dan depresiasi akibat ekspansi bisnis yang berkelanjutan. Di sisi lain, pengeluaran untuk utilitas menurun signifikan berkat peningkatan efisiensi energi yang dilakukan perusahaan.
Strategi 99 Speed Mart yang fokus pada efisiensi operasional dan pengelolaan biaya memungkinkan perusahaan untuk mempertahankan profitabilitas sambil terus berinvestasi dalam inisiatif pertumbuhan jangka panjang. Kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi sektor ritel secara global, termasuk permintaan konsumen yang lebih berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi.
Kedua perkembangan ini menunjukkan dinamika yang berbeda di pasar ritel global, dari Afrika Selatan yang menghadapi fluktuasi penjualan hingga Malaysia yang menguatkan ekspansi ritel melalui peningkatan kapasitas distribusi dan inovasi penjualan digital.














Tinggalkan Balasan