Media KampungHarga minyak mentah dunia turun tajam pada perdagangan pagi Senin, 25 Mei 2026, setelah muncul kabar bahwa Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin mendekati kesepakatan damai. Penurunan ini memicu koreksi mendalam pada harga minyak Brent dan West Texas Intermediate (WTI), mencapai level terendah dalam dua pekan terakhir.

Sentimen positif ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kedua negara telah menyelesaikan sebagian besar poin penting dalam draf nota kesepahaman untuk membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz. Jalur ini sangat vital karena sebelum konflik, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair global melewati kawasan tersebut.

Meski optimisme meningkat, Trump menegaskan bahwa proses negosiasi tidak akan dipercepat secara terburu-buru. Ia menginstruksikan delegasi AS agar tetap berhati-hati dan memastikan semua poin sensitif dibahas tuntas sebelum menandatangani kesepakatan akhir. Pernyataan ini menandakan bahwa meskipun kemajuan signifikan telah dicapai, risiko masih tetap ada dalam perjalanan diplomasi tersebut.

Blokade yang diberlakukan Iran di Selat Hormuz sejak awal Maret 2026 telah menyebabkan gangguan serius terhadap ekspor minyak dari Timur Tengah. Hal ini mendorong lonjakan harga minyak sejak konflik pecah. Namun, dengan adanya tanda-tanda pembukaan kembali jalur tersebut, pasar energi dunia merespons dengan penurunan harga yang cukup signifikan.

Harga minyak WTI tercatat turun sekitar 5 persen ke level USD 91,65 per barel pada sesi perdagangan terakhir, sementara Brent turun ke sekitar USD 98,30 per barel. Penurunan ini merupakan koreksi besar setelah harga minyak sempat melonjak lebih dari 30 persen sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Analis dari lembaga riset MST Marquee, Saul Kavonic, menyatakan bahwa perkembangan ini memberikan angin segar bagi stabilitas harga energi dalam jangka pendek. Meskipun masih ada ketidakpastian, harapan terhadap normalisasi arus logistik minyak melalui Selat Hormuz mulai mempengaruhi sentimen pasar secara positif.

Namun, proses pemulihan penuh diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan mengingat infrastruktur yang rusak akibat konflik perlu diperbaiki. Selain itu, negosiasi masih menghadapi tantangan besar terkait pengaturan kontrol jalur pelayaran dan keamanan regional.

Presiden Donald Trump juga menegaskan bahwa blokade AS terhadap pelabuhan dan kapal Iran akan tetap diberlakukan sampai kesepakatan benar-benar disahkan dan ditandatangani. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada kemajuan, tekanan diplomasi dan militer masih menjadi bagian dari proses negosiasi yang sedang berlangsung.

Dengan dinamika geopolitik yang terus berkembang, pelaku pasar akan tetap waspada terhadap berita terbaru dari pembicaraan AS dan Iran. Sementara itu, penurunan harga minyak pada Senin pagi ini menjadi indikasi bahwa harapan perdamaian mulai mengubah peta pasar energi global secara perlahan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.