Media Kampung – Bos minyak AS bertemu dengan Presiden Sementara Venezuela, Delcy Rodríguez, di Caracas pada 22 April 2026, menuntut jaminan bahwa investasi di sektor energi negara tersebut aman dari intervensi politik.
Kelompok eksekutif yang hadir meliputi CEO Continental Resources Doug Lawler, pengusaha minyak Texas Bryan Sheffield, serta mantan Ketua DPR Kevin McCarthy yang kini menjabat di Aspect Holdings, bersama pejabat tinggi Departemen Energi AS.
Pertemuan itu sejalan dengan dorongan Presiden AS Donald Trump yang pada pekan yang sama mengusulkan kebijakan untuk menghidupkan kembali produksi minyak Venezuela sebagai bagian dari strategi energi nasional.
Rodríguez menegaskan bahwa Venezuela bersedia membuka kembali sektor hidrokarbon, namun menuntut perubahan kebijakan AS yang melampaui izin jangka pendek.
Para bos minyak menekankan perlunya pelonggaran sanksi yang lebih luas dan berkelanjutan, agar perusahaan dapat merencanakan investasi jangka panjang tanpa takut aset mereka disita.
Diskusi meliputi mekanisme kontrak baru, skema royalti yang kompetitif, serta prosedur transparansi yang diharapkan dapat menurunkan risiko operasional bagi investor asing.
Mereka juga meminta kepastian hukum bahwa aset yang ditanamkan di Venezuela tidak akan menjadi target eksekusi oleh otoritas AS atau pihak ketiga.
Russell Freeman, CEO HKN Energy Dallas, menyatakan, “Kami telah melakukan dialog konstruktif dengan pemerintah Venezuela dan siap berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi melalui investasi yang berkelanjutan.”
Rodríguez menanggapi, “Kami mengerti kekhawatiran para investor dan berkomitmen menyediakan jaminan legal serta mempercepat revisi regulasi hidrokarbon untuk menarik modal asing.”
Venezuela tetap memegang cadangan minyak terbuka terbesar ketiga di dunia, namun infrastruktur produksi dan transportasinya rusak parah akibat penurunan investasi selama satu dekade terakhir.
Sejak penangkapan Nicolas Maduro oleh pasukan AS pada Januari 2026, Washington secara bertahap melonggarkan sanksi, mengeluarkan izin khusus, dan mengizinkan penjualan minyak Venezuela oleh perusahaan luar negeri.
Pemerintah Venezuela juga mengamandemen Undang‑Undang Hidrokarbon pada Februari 2026, memperkenalkan skema bagi perusahaan asing untuk memperoleh kepemilikan mayoritas pada blok minyak strategis.
PDVSA, perusahaan minyak negara, terus mengoperasikan terminal penyimpanan di Puerto Cabello dan menyiapkan kilang El Palito untuk menerima injeksi modal asing yang diharapkan meningkatkan produksi.
Para analis memperkirakan bahwa investasi tambahan sebesar US$ 5 miliar dapat menambah kapasitas produksi hingga 800.000 barel per hari dalam lima tahun ke depan.
Namun, proses perizinan masih memerlukan persetujuan dari Komite Sanksi Nasional AS serta otoritas regulator Venezuela, yang diperkirakan memakan waktu tiga hingga enam bulan.
Hingga akhir April 2026, belum ada kesepakatan final yang ditandatangani, tetapi kedua belah pihak melaporkan kemajuan signifikan dalam penyusunan kerangka kerja investasi yang aman.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.







Tinggalkan Balasan